PALOPO–Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan budaya mutu di lingkungan sekolah, tenaga pendidik SMP Negeri 7 Palopo mengikuti kegiatan Workshop Pengimbasan Sistem Penjaminan Mutu Internal atau SPMI.
Kegiatan workshop ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pemahaman dan komitmen seluruh tenaga pendidik terhadap pentingnya penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep, prinsip, serta tahapan pelaksanaan SPMI, mulai dari pemetaan mutu pendidikan, perencanaan peningkatan mutu, pelaksanaan program, evaluasi, hingga penyusunan tindak lanjut perbaikan mutu secara berkelanjutan.
Kepala SMP Negeri 7 Palopo, Wagiran, menyampaikan bahwa kegiatan pengimbasan SPMI merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
Ada Inisial AA Hingga Tudingan Kejari Lutim ‘Masuk Angin’ Tuntaskan Kasus Seragam Gratis JUARA Lutim
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan hanya oleh kepala sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh tenaga pendidik dan kependidikan.
“Melalui workshop pengimbasan SPMI ini, saya berharap seluruh tenaga pendidik semakin memahami pentingnya budaya mutu dan mampu mengimplementasikannya dalam tugas serta tanggung jawab masing-masing. Peningkatan mutu pendidikan harus menjadi komitmen bersama, bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan kepada peserta didik,” ungkap Wagiran, Rabu (4/11/2026).
Ia juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop dapat ditindaklanjuti melalui praktik nyata di lingkungan sekolah sehingga tercipta peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.
Workshop pengimbasan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi para pendidik dalam mengidentifikasi berbagai tantangan pendidikan serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan di sekolah.
Partisipasi tenaga pendidik SMP Negeri 7 Palopo dalam kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan dan kompetensi, tetapi juga mampu mendorong penerapan budaya mutu yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, SMP Negeri 7 Palopo terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. “Mutu pendidikan bukan sekadar target, melainkan komitmen bersama yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan perbaikan berkelanjutan,” ujar Wagiran. (***)

