Tarif Listrik 900 VA Segera Naik

333
ILUSTRASI
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Pemerintah akan menyesuaikan tarif listrik untuk golongan rumah tangga mampu 900 VA tahun depan. Kenaikan tarif atau penyesuaian ini karena tak ada lagi subsidi di kelompok tersebut mulai 2020.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Kenaikan tarif listrik tentu akan berdampak pada penghematan subsidi. “Sekitar Rp 7 triliun,” ungkap EVP Corporate Finance PLN Sulistyo Biantoro saat dihubungi, Selasa, (20/11/2019).

Lebih lanjut dirinya mengatakan kebijakan pemberlakukan tarif adjustment untuk 900 VA RTM dan 12 golongan tarif lainnya sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah, dalam hal ini melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurutnya PLN hanya melaksanakan kebijakan pemerintah tersebut.

“Apakah akan tetap memberlakukan tarif adjustment ataukah akan tetap tidak merubah tarif sebagaimana sejak pertengahan tahun 2017,” imbuhnya, dilansir KORAN SERUYA dari Detikcom.

ADVERTISEMENT

Hal senada disampaikan oleh Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah, menurutnya, pihaknya harus patuh dengan regulator. “Ya PLN harus patuh dengan regulator,” ungkapnya singkat.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan kalau yang mampu disesuaikan Rp 29.000 per bulan, kenaikan untuk 900 VA. Sebagai informasi golongan 900 VA terdiri dari dua kategori yakni rumah tangga mampu dan rumah tangga tidak mampu.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, penyesuaian dan pencabutan subsidi ini sudah disepakati dengan DPR. “Bahwa yang pasti itu sudah tidak disubsidi lagi,” katanya.

Pencabutan subsidi ini merupakan kesepakatan pemerintah pada September lalu. PLN memperkirakan saat ini terdapat setidaknya 27 juta pelanggan listrik 900 VA baik mampu ataupun tidak mampu.

Rida mengatakan saat ini tengah dipertimbangkan, apakah memungkinkan untuk diadakan evaluasi tarif listrik per 3 bulan atau 6 bulan secara periodik sambil melihat fluktuasi harga komoditas yang berperan penting untuk menyalakan pembangkit. “Atau juga berapa persen setiap naiknya, itu yang lagi dikaji. Baru nanti dilaporkan ke Pak Menteri,” imbuhnya. (*/tari)

ADVERTISEMENT