Wajib Dibaca Penderita Diabetes, 10 Cara Cegah Komplikasi Penyakit karena Penyakit Gula

658
ILUSTRASI
ADVERTISEMENT

BAGI orang-orang yang sudah terlanjur mengidap diabetes atau lebih dikenal dengan penyakit gula, mereka kerap khawatir penyakitnya itu akan menimbulkan komplikasi. Tak ingin mengalami komplikasi, orang-orang ini kemudian berupaya untuk mengurangi risikonya dengan berbagai cara.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Mayo Clinic telah merangkum 10 cara yang bisa dilakukan para pasien diabetes untuk mencegah risiko timbulnya komplikasi. Penderita diabetes dapat menikmati hidup lebih lama berkat beberapa tips berikut ini, dirangkum dari kumparan.

ADVERTISEMENT

1. Gaya hidup sehat

Terapkan pola makan sehat dan lakukan aktivitas fisik sebagai rutinitas harian. Saat kamu mengidap diabetes, menjaga berat badan tetap ideal adalah kewajiban.

ADVERTISEMENT

Tetap pantau gula darahmu dengan mengikuti instruksi dokter misalnya dengan meminum obat sesuai anjuran dokter. Jangan segan untuk meminta bantuan tim perawatan diabetes jika kamu memang membutuhkannya.

2. Jangan merokok

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Merokok mampu meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan risiko berbagai komplikasi diabetes. Misalnya, mengurangi aliran darah di kaki yang dapat menyebabkan infeksi dan borok. Dampak terburuk dari infeksi ini membuat seseorang terancam diamputasi.

Komplikasi lain yang mungkin muncul pada penderita diabetes adalah penyakit jantung, kerusakan saraf, penyakit ginjal, gangguan penglihatan, kematian prematur.

3. Jaga tekanan darah dan kolesterol

Seperti halnya diabetes, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah. Kolesterol tinggi juga patut menjadi perhatian, karena kerusakannya seringkali lebih buruk dan lebih cepat ketika menderita diabetes. Ketika tekanan darah dan kolestrol tak terkontrol, keduanya bisa menyebabkan serangan jantung, stroke, atau kondisi yang mengancam jiwa lainnya.

Makan yang sehat, diet rendah lemak, dan berolahraga secara teratur dapat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi dan kolesterol.

4. Pemeriksaan fisik dan mata secara teratur

Jadwalkan pemeriksaan diabetes dua hingga empat kali dalam setahun, begitu pula untuk pemeriksaan fisik dan mata.

Pemeriksaan fisik melalui skrining membantu penderita diabetes mengenali gejala awal kerusakan ginjal, kerusakan saraf, dan penyakit jantung. Pemeriksaan mata juga penting untuk mengenali dan tanda-tanda kerusakan retina, katarak, dan glukoma.

5. Vaksin secara rutin

Diabetes membuat penderitanya lebih rentan terserang penyakit tertentu. Melakukan vaksin secara rutin dapat membantu mencegahnya. Beberapa jenis vaksin yang bisa didapatkan antara lain:

– Vaksin flu

Vaksin flu tahunan dapat membantu penderita diabetes tetap sehat selama musim flu serta mencegah komplikasi serius akibat flu.
-Vaksin pneumonia
Vaksin pneumonia biasanya hanya membutuhkan satu suntikan. Jika kamu memiliki komplikasi diabetes dan berusia di atas 65 tahun, kamu mungkin perlu suntikan booster.
-Vaksin hepatitis B

Vaksin hepatitis B direkomendasikan untuk orang dewasa yang mengidap diabetes dan belum pernah menerima vaksin ketika mereka berusia di bawah 60 tahun. Jika kamu berusia 60 tahun lebih dan belum pernah menerima vaksin hepatitis B, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, apakah vaksin tersebut merupakan langkah yang tepat atau tidak.

6. Perawatan gigi

Diabetes dapat membuat penderitanya rentan terhadap infeksi gusi. Sikat gigi secara teratur setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, gosok gigi sekali sehari dan jadwalkan pemeriksaan gigi setidaknya dua kali setahun. Hubungi dokter gigi jika gusi berdarah atau terlihat merah dan bengkak.

7. Jangan sepelekan masalah kaki

Gula darah tinggi dapat mengurangi aliran darah dan merusak saraf di kaki. Jika tidak diobati, luka dan lecet dapat menyebabkan infeksi serius. Diabetes dapat menyebabkan rasa sakit, kesemutan atau hilang rasa pada kaki.
Untuk mencegah masalah kaki:

– Basuh kaki setiap hari dengan air hangat. Hindari merendam kakimu, karena ini dapat menyebabkan kulit kering.
– Keringkan kaki dengan lembut, terutama di sela-sela jari-jari kaki. Lembabkan kaki dan pergelangan kaki dengan lotion atau petroleum jelly. Jangan meletakkan minyak atau krim di antara jari-jari kaki, kelembaban ekstra dapat menyebabkan infeksi.
– Periksa kaki setiap hari untuk memastikan kamu tidak mengalami kapalan, lecet, luka, kemerahan atau bengkak. Konsultasikan dengan dokter jika kamu memiliki sakit atau masalah kaki lainnya selama berhari-hari. Jika kamu mengalami bisul di kaki, segera periksakan ke dokter. Hindari kebiasaan bertelanjang kaki di dalam atau di luar rumah.

8. Konsumsi aspirin setiap hari

Jika kamu menderita diabetes, dokter mungkin menyarankan untuk mengonsumsi aspirin dalam dosis rendah setiap hari untuk membantu mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Namun jika kamu tidak memiliki faktor risiko kardiovaskular tambahan, risiko perdarahan akibat penggunaan aspirin lebih besar daripada manfaat penggunaan aspirin. Sebaiknya, tanyakan kepada dokter terlebih dahulu untuk memastikan apakah terapi aspirin harian sesuai.

9. Kurangi konsumsi alkohol

Alkohol dapat menyebabkan gula darah tinggi atau rendah, tergantung pada seberapa banyak kamu mengonsumsinya. Jika kamu punya kebiasaan minum alkohol, usahakan untuk membatasi jumlah konsumsinya. Jangan minum lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dari segala usia. Itu berlaku pula untuk pria yang berusia lebih dari 65 tahun. Sementara untuk pria berusia 65 tahun ke bawah, mereka dianjurkan untuk mengonsumsi alkohol tidak lebih dari dua gelas sehari.
Perlu diketahui juga bahwa alkohol dapat menyebabkan gula darah rendah nantinya, terutama bagi orang yang menggunakan insulin.

10. Jangan remehkan stres

Jika kamu merasa stres, mudah untuk mengabaikan rutinitas perawatan diabetes yang biasa kamu lakukan. Untuk mengelola stres Anda, pelajari teknik relaksasi. Tidur yang cukup dan yang terpenting tetaplah berpikir positif. Perawatan diabetes berada dalam kendalimu. (kumparan/tari)

ADVERTISEMENT