Waspada Corona, Nasib Kapal Pesiar dari Australia Belum Jelas, Ijin Bersandar di Tg Ringgit Masih Tunggu Hasil Rakor Jumat Lusa

555
ADVERTISEMENT

PALOPO–Terkait rencana kedatangan sejumlah turis mancanegara asal Australia dan Switzerland, yang dikhawatirkan membawa virus Corona dan masuk ke kota Palopo melalui Pelabuhan Tanjung Ringgit, Senin 9 Maret 2020 mendatang, pihak Syahbandar Tanjung Ringgit mengaku masih akan melakukan rapat koordinasi, sebelum mengijinkan kapal tersebut bersandar.

Hal ini diungkap Taufan Eka Putra, Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjung Ringgit, saat dihubungi Koran Seruya, Rabu (4/3/2020) petang.

ADVERTISEMENT

Pihak otoritas pelabuhan Tanjung Ringgit, kata dia, baru akan melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk orang nomor satu di kota Palopo, dan jajaran Dinas Kesehatan, Imigrasi, Bea Cukai, Dinas Perhububungan, agen PT Pelni PT Andhika Line dan tour and travel agen PT Wira sebagai pihak perusahaan pariwisata yang membawa rombongan turis mancanegara ini plesiran ke kota idaman yang indah ini.

“Jadi informasi yang kami dapatkan, sesuai manifes yang masuk, kapal berbendera Australia bernama MV Coral Adventure itu rencananya akan sandar pada 9 Maret jam 08.00 Wita, pelabuhan asal sebelum sandar di Tg Ringgit adalah Sogori Sulawesi Tenggara,” terang Taufan.

ADVERTISEMENT

Taufan mengimbuhkan,” Kapal pesiar berpenumpang 46 orang termasuk awak kapal itu, yang terdiri dari turis WNA Australia dan Switzerland (Swiss) itu belum bisa kami pastikan apakah akan bersandar atau tidak , kepastiannya nanti setelah selesai rapat koordinasi hari Jumat (6/3) di kantor Syahbandar,” tandasnya.

“Soal apakah penumpangnya terindikasi (suspect) atau membawa virus Corona kami belum bisa memberikan keterangan apapun, karena bukan kewenangan kami, itu kewenangan Kementerian Kesehatan, makanya rapat koordinasi nanti dengan Pak Wali dan jajarannya yang akan menentukan langkah selanjutnya,” lanjut Kepala Syahbandar itu agak berhati-hati.

Belum diketahui secara pasti, negara yang sudah disinggahi kapal berbendera Australia itu sebelum masuk ke Indonesia. Banyak pihak menguatirkan, jika ternyata ada diantara para turis mancanegara itu yang datang ke kota Palopo ternyata ikut menyebarkan virus mematikan itu.

“Kita belum tahu soal itu, dan langkah antisipatif bisa saja dilakukan Pemerintah Kota Palopo, misalnya dengan standar pemeriksaan kesehatan yang berlaku dalam kondisi khusus, untuk lebih jelasnya kita tunggu saja rapat hari Jumat nanti,” Taufan memungkas.

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Presiden Jokowi sudah merilis bahwa Indonesia adalah Negara  ke 65 di dunia, yang juga terpapar Covid-19 nama keren dari virus Corona, yang membuat heboh seluruh dunia dimana sudah ada dua penderita yang terdeteksi. (iys)

ADVERTISEMENT