Zulham, PNS Palopo Tahun 2009 Sudah Menulis Artikel Soal Bungker Peninggalan Jepang di Poros Palopo-Torut, Sayangnya…

2516
Salah satu bungker di poros Palopo-Torut
ADVERTISEMENT

PALOPO–Empat bungker peninggalan Jepang di sepanjang jalan Trans Sulawesi poros Palopo-Toraja Utara, bukan baru ditemukan saat ini. Sejak tahun 2009, keberadaan bungker tersebut sudah diketahui masyarakat setempat dan telah dilaporkan ke Pemkot Palopo. Namun, kurangnya perhatian berbagai pihak sehingga keberadaan bungker tersebut hilang bagai ditelan bumi.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat OlehMW Quiz

Belakangan ini, keberadaan bungker tersebut kembali muncul ke publik. Bahkan, Komandan Kodim (Dandim) 1403 Sawerigading, Letkol Inf Gunawan bersama anggotanya turun langsung membersihkan dan menyurvei empat bungker tersebut, Minggu (8/12/2019) lalu.

ADVERTISEMENT

Melalui situs https://dekkerpalopo.wordpress.com, sebuah artikel berjudul “Puncak, Pesona di Barat Palopo” telah mengulas soal bungker-bungker peninggalan Jepang pada perang dunia kedua tersebut.

Artikel tersebut ditulis Zulham, 14 April 2019. Dalam artikel tersebut, Zulham yang tidak lain PNS di Pemkot Palopo menuliskan, bahwa di Puncak, kita masih dapat mendapati bunker-bunker peninggalan Jepang pada Perang Dunia Kedua. Untuk mencapai bunker-bunker tersebut, amatlah sangat mudah aksesibilitasnya, pasalnya situs tersebut berada di bukit-bukit di pinggir jalan poros Palopo-Toraja.

ADVERTISEMENT

Sayangnya, karena perhatian kita masih sangat minim terhadap pariwisata dan utamanya sejarah, maka bunker-bunker tersebut akhirnya ditumbuhi oleh rumput-rumput liar. Tak kurang dari 5 bunker, dapat kita temui jika kita melintas di poros Palopo-Toraja itu.

Masih ditulis Zulham dalam artikelnya, bahwa sejak tahun 1992, Pemerintah telah menjadikan kawasan itu sebagai Taman Wisata Alam (TWA) Nanggal III. Kawasan TWA ini meliputi daerah To’Loko di Kilometer 36 dari Palopo, hingga ke daerah Bambalu di Kilometer 18. Hanya saja, kegiatan promosi TWA ini agaknya masih belum begitu agresif, jadinya banyak orang yang tidak tahu bahwa sebenarnya di Palopo ada Taman Wisata Alam.

Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Inf Gunawan, usai menyurvei bungker tersebut, mengatakan, jenis bungker tersebut penggunaannya bervariasi menurut kegunaannya. Di antaranya, bungker dibangun untuk tempat pemantauan, peninjauan, termasuk tempat persembunyian. (tari)

ADVERTISEMENT