PSI Deklarasikan Ganjar-Yenny Wahid Sebagai Capres-Cawapres 2024

34
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
ADVERTISEMENT

JAKARTA — Setelah Partai Nasdem deklarasi calon presiden, kini giliran Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai ini mengumumkan calon presiden dan wakil presidennya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sementara untuk calon wakil Presiden (Cawapres), PSI memilih Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid alias Yenny Wahid untuk mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

“Dari hasil rembuk rakyat itu, kami mengumumkan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie dalam konferensi pers secara daring, Senin (3/10).

ADVERTISEMENT

Rembuk rakyat merupakan mekanisme yang dibuat PSI untuk menjaring nama-nama calon presiden yang akan didukung untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bagi PSI, Ganjar Pranowo adalah calon terbaik karena memiliki visi kebangsaan dan kebhinekaan yang sama diperjuangkan dengan PSI.

’’Selain itu, PSI melihat Mas Ganjar sebagai sosok yang paling pas untuk melanjutkan kerja-kerja yang selama ini telah dilakukan Pak Jokowi dalam memajukan Indonesia. Ini adalah calon Presiden 2024 pilihan rakyat lewat Rembuk Rakyat, bukan keinginan elit PSI. Pilihan rakyat itu sesuai dengan hati nurani kami di PSI,” ucap Grace.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, terkait Cawapres, kata Grace, sosok Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid atau Yenny Wahid pantas mendampingi Ganjar Pranowo pada pesta demokrasi 2024. ’’Kami menilai Mbak Yenny mempunyai kualitas pribadi yang mumpuni. Sebagai sosok tokoh perempuan Islam, Mbak Yenny dihormati karena pemikiran dan kontribusinya dalam gerakan sosial. Sebagai putri dari tokoh yang sangat dihormati oleh PSI, yakni Gus Dur, Yenny kami kenal konsisten melanjutkan perjuangan Gus Dur dalam cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil dan toleran,” ujar Grace.

Dia berpendapat, kombinasi Ganjar Pranowo-Yenny Wahid, dianggap yang terbaik untuk melanjutkan pemerintahan Jokowi. “Kombinasi terbaik untuk melanjutkan kepemimpinan nasional,” demikian Grace menandaskan. (int)

ADVERTISEMENT