40 Anak Putus Sekolah di Luwu Dapat Program Massikola Sule Bija Manarang

216
Pemerintah Kabupaten Luwu mengadakan program "Massikola Sule Bija Manarang" guna mengatasi Anak Putus Sekolah (ATS) di Luwu.
ADVERTISEMENT

BELOPA — Tahun 2022 Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu mendata 40 orang anak mengalami putus sekolah. Pokok masalahnya disebabkan karena faktor kurang motivasi dan lingkungan pergaulan anak.

Mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu mengadakan program “Massikola Sule Bija Manarang” guna mengatasi Anak Putus Sekolah (ATS) di Luwu.

ADVERTISEMENT

Program ini melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Luwu, Bappeda dan Litbang, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, camat, desa dan kelurahan.

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Luwu, Moch Arsal Arsyad kepada media mengatakan, sebenarnya program ini sudah berjalan namun belum maksimal.

“Bapak Bupati Luwu inginnya bergerak cepat dalam segala sektor termasuk peningkatan mutu pendidikan, salah satunya mempertajam program Massikola Sule Bija Manarang,” ungkapnya.

“Tahun 2022 kami mendata 40 anak tidak sekolah dan putus sekolah. Alhamdulillah, 35 orang diantaranya berhasil kita lakukan pendampingan dan intervensi sehingga kembali bersekolah,” sebut Arsal.

“Target pemerintah tentu zero anak putus sekolah, namun tentu kita atasi secara bertahap. Kami berharap para orang tua ikut membantu, anak-anak yang putus sekolah dimotivasi kembali melanjutkan pendidikan, bisa melalui jalur paket, In Shaa Allah, Juli tahun ini kembali berjalan,” sambungnya.

Di tahun 2023 program Massikola Sule Bija Manarang, lebih dipertajam. Data anak putus sekolah tengah disinkronkan dengan data penduduk miskin dan akan dievaluasi oleh tim yang terlibat termasuk para kepala desa dan lurah. (rls/mat) 

ADVERTISEMENT