5 Kiat SYL untuk Dongkrak Sektor Pangan Ikut Disaksikan Kadis Pertanian Palopo

81
ADVERTISEMENT

PALOPO–Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Senin (11/1/2021).

Dalam Rakernas yang ditayangkan secara virtual itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, “arah kebijakan ini menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, tepat, dan cepat bagi jajaran kami dalam rangka mencapai kinerja yang lebih baik dan maju sesuai arahan Pak Presiden.”

ADVERTISEMENT

Kegiatan yang dilakukan virtual itu juga dihadiri oleh Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan kota Palopo Ibnu Hasyim S.STP dalam hal ini mewakili Walikota Palopo di rumah jabatan Walikota Palopo, di Saokotae, Senin (11/1). Tema yang diangkat adalah “Memperkuat Sektor Pertanian dalam menopang pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.”

Menurut Mentan, Syahrul Yasin Limpo, ada lima cara bertindak yang dilakukan Kementan untuk sektor pangan Indonesia.

ADVERTISEMENT

Pertama, peningkatan kapasitas produksi. Syahrul mengatakan, akan mengoptimalkan sumber daya nasional dan lokal, serta memanfaatkan perkembangan teknologi, untuk bisa meningkatkan produktivitas pertanian dalam negeri.

Kedua, diversifikasi pangan. Ini dilakukan dengan memanfaatkan semua pangan lokal yang ada di setiap provinsi untuk dikembangkan, sehingga pangan pokok tak hanya bergantung pada beras saja.

ADVERTISEMENT

Ketiga, mendorong pembangunan lumbung pangan. Syahrul mengatakan, lumbung pangan harus disediakan dalam skala desa, kabupaten, provinsi, dan nasional.

Keempat, mendorong pertanian modern, yang menurut Syahrul saat ini sudah mulai dilakukan dengan teknik sungkup, mulsa, dan rumah tanam (green house).

Serta kelima, mendorong ekspor pertanian tiga kali lipat. “Mekanisasi dan korporasi dilakukan dari hulu sampai hilir pertanian,” kata dia.

Syahrul menambahkan, beberapa program super prioritas yang menjadi arahan Jokowi juga terus dijalankan, seperti pembangunan lumbung pangan di beberapa provinsi, dan korporasi pertanian di 6 provinsi yang akan berkembangan ke provinsi lainnya.

Selain itu, perluasan areal tanam juga dilakukan dengan program 1.000 kampung buah, serta 1.000 desa perkebunan rumah tangga, di mana setiap keluarga menjadikan sisa lahan di rumahnya untuk perkebunan.

“Serta ada program 10.000 desa sapi, yang juga merupakan petunjuk dari Pak Presiden,” pungkas Syahrul.

Sedangkan Presiden RI, Ir H. Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan bahwa FAO telah memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan untuk itu berhati-hatilah akibat pembatasan sehingga distribusi pangan dunia menjadi terkendala.

Kita ketahui beberapa minggu terakhir ini, kedelai menjadi masalah untuk itu pengelolaan yang berkaitan dengan pangan harus betul-betul diseriusi begitupun dengan pembangunan pertanian.

“Terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian yang import seperti kedelai, jagung, gula, beras, bawang putih dan komoditas yang import lainnya segera dicarikan jalan terbaiknya agar bisa diselesaikan,” ungkap Jokowi.

Kita harus membangun sebuah kawasan jangan yang kecil paling tidak tahun ini yang di Kalimantan dan Sumatera Utara itu selesaikan kita ingin evaluasi, masalahnya apa, teknologinya yang kurang apa karena jika hal ini benar nantinya akan menjadi contoh provinsi lainnya, Presiden menandaskan.

Selain sambutan Jokowi dan laporan Mentan SYL, nantinya akan ada juga paparan dari Narasumber, serta penandatanganan MOU antara Kementerian Pertanian bersama dengan Kementerian BUMN dan Menteri lainnya.

(iys/hms)

ADVERTISEMENT