5 Tahun Terakhir, Angka Kemiskinan di Luwu Utara Turun, Level Terendah Terjadi di 2020

108
Pengamat Statistik, Aspar. (Foto : Pemkab Luwu Utara)
ADVERTISEMENT
Luwu Utara — Persoalan kemiskinan selalu menjadi isu sentral di setiap negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini disebabkan karena fenomena kemiskinan adalah potret nyata dari kinerja pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
 
Menurunkan angka kemiskinan tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kerja kolaboratif dan sinergi multipihak untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Kemiskinan adalah masalah bersama yang harus dientaskan dengan sinergi dan kolaborasi.
 
Di Kabupaten Luwu Utara, misalnya. Sejak 1999, di mana Luwu Utara baru terbentuk, tingkat kemiskinan sudah sangat tinggi. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan di Luwu Utara sudah sangat tinggi sejak Luwu Utara terbentuk sebagai daerah otonomi baru kala itu.
 
Pengamat Statistik, Aspar, menyebutkan, Luwu Utara sejak 1999, tingkat kemiskinannya sudah tinggi. “Tahun 2004, tingkat kemiskinan Luwu Utara 14,70%, tahun 2013 (15,52%), tahun 2009 (16,40%) dan tahun 2008 berada pada persentase tertinggi (18,38%),” ungkap Aspar.
 
Ia juga menampik anggapan Luwu Utara ukir sejarah 3 tahun berturut-turut memiliki tingkat kemiskinan tertinggi ketiga di Sulsel. “Tidak benar kalau dikatakan Luwu Utara ukir sejarah 3 tahun berturut-turut dengan tingkat kemiskinan tertinggi ketiga di SulSel,” ucap dia.
 
Yang benar, kata dia, sejak Indah Putri Indriani jadi Bupati Luwu Utara, tingkat kemiskinan di Luwu Utara berhasil ditekan secara beruntun selama 5 tahun terakhir. Mantan PNS Badan Pusat Statistik Luwu Utara ini menyebutkan, sejak 2016 – 2020 angka kemiskinan selalu turun.
 
“Dari tahun 2016 berada pada kisaran 14,38%, turun menjadi 14,33% di tahun 2017. Pada 2018, kembali ditekan turun secara signifikan menjadi 13,69%. Selanjutnya, pada 2019, kembali turun menjadi 13,60% dan pada 2020, tingkat kemiskinan Luwu Utara menyentuh level terendahnya sepanjang sejarah terbentuknya Luwu Utara, yaitu 13,41%,” beber Aspar.
 
Ia pun berkesimpulan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Luwu Utara sudah on the track alias sudah berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan adanya tren penurunan dalam lima tahun terakhir. Hanya saja, lanjut dia, masih perlu digenjot hingga angka kemiskinan tersebut terus menurun sampai kepada level paling rendah. (***)
ADVERTISEMENT