Ada Lonjakan 54 Kasus Positif dalam Dua Hari Ini di Palopo, Jubir Ishaq Iskandar: Harap Perketat Prokes dan Jaga Imun

1522
ADVERTISEMENT

PALOPO–Selama tiga hari terakhir ini terdapat lonjakan 54 kasus positif Covid-19, membuat Satgas Covid-19 kota Palopo lebih meningkatkan kewaspadaannya.

Dari data Dinkes dan Satgas Covid-19 Palopo, per tanggal 23 Juli 2021 (Jumat lalu) kasus positif ada 1.665 kasus. Sedangkan tanggal 25 Juli (hari ini) ada 1.719 kasus. Artinya ada lonjakan kenaikan sebanyak 54 kasus.

ADVERTISEMENT

Juru Bicara Satgas Covid-19 Palopo, dr Ishaq yang dihubungi Koran Seruya Minggu (25/7) meminta warga kota idaman ini untuk tidak menganggap pandemi Covid-19 sudah berakhir, hingga terlena dan kasusnya ikut meningkat tajam.

“Saya meminta masyarakat kota Palopo untuk lebih pro aktif dan semakin disiplin menjalankan Protokol Kesehatan. Jangan anggap remeh, apalagi beberapa daerah di Sulsel sudah masuk kriteria zona merah seperti Makassar dan Tana Toraja, pokoknya waspadaki, lagi trend meningkat, ingat selalu pakai masker, jangan ngumpul-ngumpul dulu, ikuti aturan pemerintah,” pesannya.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyebut, dua kota di Sulsel itu (yang PPKM level 4) adalah kota yang paling banyak dikunjungi oleh warga Luwu Raya, sehingga kemungkinan penularan akan semakin tinggi dan cepat.

“Makassar kota yang paling banyak dikunjungi warga kita utamanya di Luwu Raya, karena ibukota provinsi, sedangkan Tana Toraja adalah kota tujuan pariwisata yang letaknya tidak jauh dari kota Palopo. Sehingga segala kemungkinan, peluangnya besar untuk masuk ke sini, nah apabila kita lengah tidak menjalankan ProKes dengan ketat, ditambah belum juga divaksin, maka angkanya bisa jadi akan semakin meningkat,” papar Jubir.

ADVERTISEMENT

Palopo adalah daerah perlintasan di Tana Luwu sehingga letaknya yang sangat strategis karena berada di tengah-tengah kawasan Toraja-Tana Luwu membuat kota berpenduduk 182 ribu jiwa ini juga sangat rentan dengan penyebaran virus corona.

Status kota Palopo sendiri per 25 Juli 2021 adalah zona oranye dan masih memberlakukan PPKM level 3.

“Pakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak memang slogan yang tidak asing lagi dan tak pernah bosan kami sampaikan terus menerus, tetapi yang juga penting adalah, mari kita semua menjaga imun tubuh masing-masing, perbanyak minum vitamin dan konsumsi buah dan sayur, jaga kondisi agar tetap fit sehingga tidak mudah terpapar,” katanya.

(*) 

ADVERTISEMENT