Alami Pembengkakan Jantung, Ustadz Yahya Waloni Berstatus Tahanan Dilarikan ke RS

490
Ustadz Yahya Waloni yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan injil, Jumat (27/8/2021), dilarikan ke ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Ustadz Yahya Waloni yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan injil, Jumat (27/8/2021), dilarikan ke ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kabarnya, Ustadz Waloni yang belum lama ini keluar dari rumah karena positif covid-19, mendadak sakit di Bareskrim Polri.

Kabar Ustadz Yahya Waloni dilarikan ke RS dibenarkan Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan. Menurut dia, saat menjalani pemeriksaan setelah ditetapkan tersangka, Ustadz Yahya Waloni dalam kondisi lemas dan sakit sehingga dibawa ke rumah sakit.

“Sudah dibawa ke RS, sekarang dirawat di RS Polri,” ujar Ramadhan kepada wartawan, Jumat (27/8/2021) petang.

Dikatakan, sesuai hasil diagnosa dokter, Ustadz Yahya Waloni memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan saat ini, ustadz kelahiran Minahasa itu mengalami pembengkakan jantung. “Dirawat karena pembengkakan jantung,” jelas Ramadhan.

ADVERTISEMENT

Setelah ditetapkan tersangka, Ramadhan menegaskan, Ustadz Yahya Waloni sudah berstatus tahanan Polri.

BERITA TRENDING

ADVERTISEMENT

Berita Ustadz Yahya Waloni ditangkap dan resmi dijadikan tersangka kasus penistaan injil jadi trending di media sosial. Hampir semua media ciber ternama di Tanah Air juga memberitakan kasus yang menjerat ustadz kelahiran Minahasa, Sulut itu.

Berita Yahya Waloni juga menempati urutan kelima trend google atau berita paling banyak dicari di Google, diatas 200-an ribu orang berselancar mencari beritanya.

Dalam kasus ini, Yahya Waloni dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Yahya Waloni menyampaikan bahwa bible tak hanya fiktif, tapi juga palsu.

Sebelum ditangkap, dinukil KORAN SERUYA dari Poskota.co.id, ternyata Yahya Waloni pernah menantang umat kristen untuk melaporkannya ke polisi. “Ceramah ke sana kemari orang Kristen gak lapor saya ke pengadilan. Coba lapor, coba laporkan saya, baru doktor saya akan muncul,” ujar Yahya Waloni.

Ia pun lantas menyebut ibadah umat Kristen yang dilakukan tiap hari Minggu adalah omong kosong. “Di Kristen omong kosong hari Minggu pagi firman Tuhan. Firman Tuhan apa, saya yang bikin kok. Palsu semua. Omong kosong, gak ada yang betul. Palsu semua,” ungkapnya.

Sebelumnya juga beredar di media sosial sebuah video yang mempertontonkan aksi dari Ustaz Yahya Waloni yang terlihat tak suka dengan kursi yang telah disediakan panitia saat hendak pelakukan ceramah. Dia menilai kursi yang disediakan untuknya tidaklah pantas karena dianggapnya sebagai kursi yang sering diujumpai di tempat ibadah umat Kristen yakni gereja.

Dalam video berjudul “Pesan Penting.!! Ustadz Yahya Waloni Menjelang Ramadhan 2021” yang diunggah oleh kanal Youtube Zhinyal Islam pada Minggu (11/4/2021) tampak ustaz Yahya meminta panitia untuk mengganti kursi yang hendak didudukinya dengan kursi Islam.

“Supaya cepat saya ceramah, begini. Ini (sambil mengetuk-ngetuk meja) meja ini, kayu jati meja ini, mahal ini. Ini kayu jati. Angkat ini, kursi gereja ini. Ganti kursi Islam,” tukas Yahya.

Permintaannya, akhirnya datang tiga orang pria ke atas panggung dan mengambil kursi tersebut lalu menggantikannya dengan kursi yang baru. Setelah diganti, ustaz Yahya mengatakan bahwa kursi yang baru baru pas untuk seorang penceramah dan kursi sebelumnya adalah kursi pemalas. (liq)

ADVERTISEMENT