Balapan Liar Seolah “Bangun dari Tidur” Warganet Terbelah Dua, Pro Kontra di Sosial Media Kota Palopo

214
ADVERTISEMENT

PALOPO–Jam menunjukkan pukul 01.44 dini hari, waktu Masjid Jami, Wara kota Palopo dan sekitarnya, Minggu 7 Februari 2021.

Salah satu tokoh influencer di jagat sosial media kota Palopo, Asnawi Mas’ud meradang.

ADVERTISEMENT

Pasalnya, jam dimana dia seharusnya masih berkutat dengan mimpi indah harus terbangun gara-gara bunyi raungan motor anak-anak muda yang sedang asik balapan liar di depan rumahnya di Jalan Andi Makkulau, yang bersebelahan dengan Masjid Jami Tua dan Hotel Platinum.

Ia pun mengunggah sebuah video berdurasi 1 menit 16 detik ke beberapa grup Facebook.

ADVERTISEMENT

Salah satunya di grup INFO KEJADIAN KOTA PALOPO DAN LUWU RAYA (INKAP) yang punya 75 ribu anggota.

Postingan yang diunggah pukul 02.03 WITA dini hari tadi itu mendapat banyak tanggapan netizen.

ADVERTISEMENT

Bukan kali ini saja Asnawi memosting video balapan liar. Sepanjang pengetahuan Koran Seruya, sudah berkali-kali ia memosting video hasil tangkapan layar CCTV depan rumahnya itu.

Salah satunya, pada 8 November 2020 tahun lalu, postingan Asnawi di grup yang sama mendapat 195 komentar netizen dan 35 kali dibagi ulang. Lihat postingan klik disini.

Rata-rata warganet mengeluhkan lemahnya penegakan hukum oleh aparat yang dinilai kurang cekatan menangani masalah tersebut.

Akun Mikail Mikail misalnya menulis: “Menggangu masyarakat setempat yang lagi tidur.tolong info kan aparat”

Namun, tak sedikit juga yang memberi support meski dengan catatan.

Akun Andi Jarot Nakata menulis: Bikinkan Tawwa saja arena itu nah

Ada juga Akun Muhammad Ridho yang menulis: Pembalap begini yg kasi bangga kota Palopo nantinya di ajang PORDA PON bahkan iswandi Muis pun juara di jepang awal mula dari sini jga,jdi bukan pembalapnya yg salah….

Koran Seruya mencatat, sedikitnya 46,55 persen warganet yang menentang aksi balap liar ini. Alasannya beragam, mulai dari faktor keamanan, resiko diri sendiri para pebalap itu dan juga keselamatan pengendara atau orang lain. Belum lagi faktor kebisingan dan mengganggu ketentraman warga yang hendak berisitirahat.

Yang mendukung juga tidak sedikit dibandingkan yang apriori.

Meski 31,9 persen yang menganggap biasa saja atau kenakalan remaja yang dulu juga pada zaman mereka masih muda juga alami, tapi 21,55 persen yang memberi support pada pebalap liar yang rerata masih muda usia itu cukup signifikan, dengan alasan klasik soal sirkuit yang harusnya lebih memadai disediakan oleh pemerintah.

Berikut cuplikan komentar netizen, dari postingan Asnawi Mas’ud tanggal 8 November 2020 lalu dan 7 Februari 2021 hari ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalau sikap anda, gimana, Pro atau Kontra nih?

(iys)

ADVERTISEMENT