Bantah Bocah Penderita Jantung Bocor di Palopo Tak Tertangani, Kemensos : Orangtuanya Tinggal Telepon, Kami Sediakan Kebutuhannya

174
Kepala Sentra Kemensos RI Gau Mabaji Gowa, Subhan Kadir. (Foto : ist)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Kementrian Sosial membantah bila Annisa Mulyadi, 5 tahun, bocah penderita jantung bocor di Palopo tak ditangani dengan baik. Bantahan itu dilontarkan Subhan Kadir, Kepala Sentra Kemensos RI Gau Mabaji Gowa.

Subhan Kadir saat menghubungi Koran SeruYA, Selasa (25/10/2022) malam via WhatsApp menjelaskan, pengobatan kepada Annisa sudah dilakukan. Saat ini, bocah lima tahun itu tinggal melakukan kontrol di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.

ADVERTISEMENT

“Adek Annisa sudah dioperasi. Dia tinggal melakukan kontrol di Makassar. Pengobatannya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Subhan Kadir.

“Kondisi kesehatan adek Annisa ini katup jantungnya sudah menutup, tapi belum sempurna. Tim medis tidak melakukan itu, karena di usianya yang sekarang katup itu bisa menutup sendiri. Tinggal kondisi kesehatannya yang dikontrol,” sambungnya.

Subhan mengaku, pihaknya masih melakukan pendampingan terhadap Annisa Mulyadi. Jika bocah lima tahun itu ingin kontrol di Makassar, Kemensos siap mendampinginya.

Begitupun dengan biaya Annisa serta orang tuanya selama di Makassar, ditanggung sepenuhnya oleh Kemensos. Untuk itu, dirinya heran saat ramai pemberitaan Annisa Mulyadi masih butuh bantuan dana untuk melakukan pengobatan.

“Orang tua Annisa bisa langsung telepon kami apabila membutuhkan sesuatu mengenai ongkos, obat atau kontrol Annisa di Makassar. Jadi, orangtuanya tidak perlu lagi memusingkan mengenai dana. Masalah tempat tinggalnya di Makassar pun kami sediakan,” jelasnya.

“Ibunya juga sudah tidak pernah menelpon kami. Jadi kami berpikir, anaknya ini sudah sehat,” sambungnya.

Subhan bahkan membeberkan, pihaknya telah memberikan bantuan modal kepada orang tua Annisa untuk meringankan beban mereka. “Kami sudah berikan bantuan modal berupa motor dan peralatan memasak agar orang tua Annisa bisa berusaha mencari nafkah dengan cara yang halal,” ujarnya.

“Ada juga bantuan dari kitabisacom yang berasal dari dermawan. Totalnya ada Rp 50 juta, tapi kami berikan kepada orang tua Annisa secara bertahap. Jadi tiap bulan, mereka menerima transfer dari kitabisacom,” pungkasnya.

Diketahui, Kemensos RI cabang Gau Mabaji Gowa memiliki wilayah kerja di beberapa kabupaten/kota di Sulsel. Salah satunya di Palopo.

Sebelumnya diberitakan, Annisa Mulyadi, 5 tahun, penderita jantung bocor di Kelurahan Salutellue, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, saat ini sedang membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk biaya pendampingan pengobatannya.

Balita penderita bocor jantung ini sendiri merupakan buah hati dari pasangan Mulyadi dan Junaidah. Saat ini kondisi balita ini semakin terpuruk, akibat tidak adanya biaya keluarga untuk membawanya berobat ke RS Wahidin Makassar.

Meski Pemerintah Kota Palopo telah turun tangan membantu memfasilitasi Annisa mendapatkan jaminan berobat memakai BPJS Kesehatan, namun keluarganya terkendala biaya transportasi dan berbagai kebutuhan lainnya selama berada di Makassar.

Junaidah mengungkapkan, anaknya pertama kali diketahui mengidap penyakit penyempitan serta kebocoran jantung setelah dibawa berobat ke puskesmas, beberapa bulan setelah lahir. Tak hanya itu, anaknya juga sudah beberapa kali mendapat perawatan medis, namun sampai saat ini, belum sembuh. Termasuk sudah tiga kali dirawat di RS Wahidin Makassar, dan terakhir menjalani operasi.

Untuk perawatan selanjutnya sekaligus kontrol kesehatan setelah operasi, Junaidah mengakui bahwa keluarganya belum membawanya ke RS Wahidin Makassar karena terkendala biaya. Padahal sesuai rujukan dokter, Annisa semestinya sudah dirawat di RS Wahidin Makassar pada bulan September 2022 lalu.

Karena belum dibawa berobat lanjutan ke RS Wahidin, Junaidah mengaku sangat khawatir kondisi kesehatan buah hatinya itu. Dia mengaku tidak memiliki biaya membawa anak kelima dari 7 bersaudara itu ke RS Wahidin, meski selama dirawat di RS Wahidin biayanya ditanggung pemerintah melalui BPJS Kesehatan yang diuruskan Pemerintah Kota Palopo.

” Saat ini, saya hanya berharap bantuan dari tetangga, kerabat serta Pemerintah maupun para dermawan untuk meringankan beban kami. Terutama biaya atau ongkos selama perawatan di RS Wahidin Makassar,” katanya saat ditemui di rumahnya, Sabtu (22/10/2022).

Lurah Salutellue, Eva Yani, mengatakan, pihaknya telah memasilitasi layanan BPJS Kesehatan bagi Annisa untuk berobat di RS Wahidin Makassar. Termasuk memasilitasi keluarga Mulyadi mendapatkan beberapa bantuan sosial, seperti PKH, beras sejahtera atau Rastra, dan bantuan sosial lainnya. (eky)

ADVERTISEMENT