Begini Kronologis Penambang Emas Asal Palopo dan Luwu Tewas Tertimbun dalam Lubang Sedalam 15 Meter

462
Jenazah kelima penambang yang tewas tertimbun longsoran galian tambang di Bombana
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Sebanyak 5 penambang emas di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tewas tertimbun tanah. Kelimanya tertimbun saat tengah mengeruk material mengandung emas di dalam lubang tikus buatan.

Peristiwa nahas itu terjadi di Dusun 4 Padangbila, Desa Tahite, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sultra, pada Selasa (23/11/2021) sekira pukul 19.00 Wita.

Dari 5 korban tewas tersebut, salah satu diantaranya adalah Maripadang, 38 tahun, warga Kota Palopo. Dua korban lainnya adalah Abo, 33 tahun, dan Bettu, 40 tahun, warga asal Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kejadian naas itu berawal saat Maripadang bersama korban lainnya, termasuk dua rekan lainnya, berangkat menuju lokasi penambangan emas, sekitar pukul 18.30 WITA. Setelah tiba di lokasi, kelima korban masuk ke dalam lubang tikus dengan kedalaman 15 meter. Dua rekan para korban berada di luar lubang.

ADVERTISEMENT

Tak lama berselang, lubang tersebut runtuh, dan langsung menimbun kelima korban. Dua orang penambang yang selamat lalu menuju perkampungan untuk meminta bantuan warga.

Satu jam berselang, warga datang mencoba menyelamatkan parakorban. Namun karena longsoran tanah sangat tebal, warga harus menggunakan alat berat untuk mengevakuasi. Para Korban akhirnya berhasil dievakuasi, namun mereka sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Bidang Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferri Walintukan, menyebutkan, kelima penambang emas tersebut tewas tertimbun material tanah. Kelimanya tertimbun saat tengah mengeruk material mengandung emas di dalam ‘lubang tikus’ buatan. “Mereka dievakuasi sudah dalam keadaaan tak bernyawa,” kata Kombes Ferri.

Jenazah Maripadang, penambang emas asal Kota Palopo, tiba di rumah duka, di Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Rabu sore, 24 November 2021. Jenazah Maripadang disambut isak tangis sanak keluarganya.

Kerabat korban, Hairul Salim di rumah duka, mengatakan, korban akan dimakamkan di Salutete, Kota Palopo. “Rencananya hari ini akan dikebumikan,” jelas Ketua KONI Palopo itu. (liq)

ADVERTISEMENT