Belum Selesai Pandemi Virus Corona, Muncul Lagi “Hantavirus” di Provinsi Yunnan China, Begini Cara Penularannya

57692
Satu korban akibat Hantavirus di Provinsi Yunnan China dikabarkan meninggal dunia. (Foto: outlookindia.com)

KORANSERUYA–Pada saat seluruh dunia bergulat menghadapi wabah Coronavirus yang mematikan yang menewaskan sedikitnya 14.652 orang di seluruh dunia, laporan penyakit lain yang menciptakan kekacauan telah menarik perhatian global belakangan ini. Beberapa kasus flu babi dan flu burung telah dilaporkan di India dan bagian dunia lainnya.

Di tengah semua pandemi medis ini, seorang pria Cina meninggal setelah dites positif untuk jenis virus baru bernama Hantavirus.

Hantavirus adalah virus dari hewan yang mendadak trending di Twitter. Banyak yang panik karenanya, mengingat pandemi virus corona COVID-19 masih belum teratasi.

Salah satu unggahan terkait hantavirus ada di akun @globaltimesnews, yang membagikan informasi tentang hal itu. Seorang warga Provinsi Yunnan disebut meninggal dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong dengan bus sewaan.

Warga tersebut dikatakan positif terinfeksi hantavirus atau virus hanta. Konon, sebanyak 32 penumpang lainnya diperiksa. Tidak ada keterangan lebih lanjut tentang cerita ini, tulis Detikcom.

Cara penularan hantavirus melalui tikus. (Foto: Browngh.com)

Apa itu hantavirus?

Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus merupakan keluarga virus yang utamanya menyebar lewat tikus atau rodent. Virus ini bisa memicu berbagai penyakit pada manusia.

Beberapa penyakit yang disebabkan hantavirus adalah hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS).

Penyakit tersebut tidak ditularkan lewat udara atau airborne, melainkan lewat kontak cairan tubuh seperti urine, feses, dan ludah tikus. Meski jarang, bisa juga menular lewat gigitan.

Apa gejala infeksi hantavirus?

Dikutip dari Firstpost, gejala awal HPS mencakup fatigue atau kelelahan, demam, nyeri otot, sakit kepala, pusing, dan gangguan pencernaan. Jika tak tertangani, bisa memicu batuk dan sesak napas.

Infeksi yang tidak tertangani juga bisa berakibat fatal. CDC menyebut, mortalitas atau angka kematiannya 38 persen.

Gejala HFRS kurang lebih sama, dan bisa menyebabkan hipotensi atau tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran pembuluh darah, dan gagal ginjal akut.

HPS tidak ditularkan dari orang ke orang, sedangkan HFRS bisa tapi sangat jarang. Pengendalian populasi tikus menjadi cara pencegahan paling utama.

Siapa pun yang bersentuhan dengan tikus yang membawa Hantavirus beresiko terkena HPS. Infestasi hewan pengerat di dalam dan sekitar rumah tetap menjadi risiko utama paparan Hantavirus. Bahkan orang sehat pun berisiko terkena infeksi HPS jika terpapar virus.

CDC juga menyatakan bahwa di Chili dan Argentina, kasus yang jarang terjadi penularan dari orang ke orang telah terjadi di antara kontak dekat seseorang yang sakit dengan jenis Hantavirus yang disebut virus Andes. (*/iys)

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes: 021-5210411 atau kontak ke nomor 0812-1212-3119.

Untuk kota Palopo Hub. DINKES PSC 119 JA: 0471-21531 atau HOTLINE: 085 241 855 036

Untuk Luwu Utara: DINKES: 0813-4264-8399 dan Call Center PSC 119 di 085 226 046 119

Website Resmi Pemerintah terkait Covid-19