BERITA BAIK! Pasien COVID-19 yang Sembuh di Indonesia Hari Ini Tiga Kali Lipat, Sudah 4.129

356
uru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (COVID-19), Achmad Yurianto.

JAKARTA–Perkembangan kasus virus corona di Indonesia kembali diumumkan oleh pemerintah pusat, Minggu (17/5/2020). Yakni,
kasus positif virus Corona di Indonesia dari 16 hingga 17 Mei 2020 pukul 12.00 WIB mengalami penambahan sebanyak 495 pasien positif. Sehingga jumlah positif Corona sebanyak 17.514 orang.

Namun yang menggembirakan, jumlah pasien sembuh semakin banyak. Per tanggal 17 Mei 2020, pasien sembuh sudah 4.129 orang. Sedangkan, sebanyak 1.148 meninggal dunia.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (COVID-19), Achmad Yurianto di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (17/5/2020), mengatakan, kasus sembuh bertambah 218 orang sehingga akumulasinya menjadi 4.129 orang.

“Kemudian kasus sembuh kita dapatkan tambahan hari ini 218 orang sehingga total menjadi 4.129 orang,” jelasnya.

Dia mengaku gembira karena jumlah pasien yang sembuh dari virus corona meningkat pesat hingga tiga kali lipat melebihi kasus kematiannya.

Sementara itu, kasus meninggal bertambah 59 orang sehingga akumulasinya menjadi 1.148 orang. “Meninggal 59 orang sehingga total menjadi 1.148 orang,” tambah Yuri.

Saat ini, kata Yuri kasus positif tersebar di 387 kabupaten/kota seluruh Provinsi di Tanah Air. “Kasus positif bertambah tersebar di 387 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.”

Yuri juga menjelaskan hingga saat ini jumlah spesimen yang telah diperiksa dengan menggunakan dua metode Real Time PCR dan tes cepat molekuler dengan menggunakan mesin TCM TB adalah 187.965 spesimen. “Sementara untuk pemeriksaan TCM 980 spesimen. Artinya spesimen yang kita periksa ini dari 140.473 orang yang kemudian kita lakukan pemeriksaan,” kata Yuri.

Selain itu, kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini sebanyak 270.876 orang. Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total menjadi 35.800 orang. “Bahwa kasus penambahan masih terus terjadi. Oleh karena itu kasus positif pembawa virus ada di tengah-tengah kita,” kata Yuri. (*/tari)