Buka Kegiatan Penyusunan Program, Bupati Luwu Utara Minta Penyuluh Kawal Proses Pertanian

55
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. (Foto : Dok. Pemkab Luwu Utara)
ADVERTISEMENT

MASAMBA — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani membuka Kegiatan Penyusunan Program Penyuluhan Pertanian, bertempat Aula Lagaligo, Kantor Bupati Luwu Utara, Kamis (2/6/2022).

Pada kegiatan ini turut hadir Sekretaris Daerah Lutra Armiadi, Kepala Dinas Pertanian Rusdi Rasyid, Kepala Bappelitbanda Alauddin Sukri, Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKP) Muharwan, para Camat, Koordinator BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), Petani, kelompok penyuluh pertanian se-Kabupaten Luwu Utara.

ADVERTISEMENT

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Rusdi Rasyid mengatakan, kegiatan penyusunan program penyuluh pertanian ini baru bisa diselenggarakan tahun ini, lantaran dua tahun terakhir tidak dapat dilaksanakan akibat pendemi. “Penyusunan program penyuluh pertanian ini sebagai wujud komitmen kita dalam melaksanakan amanah regulasi, yang juga tertuang dan mengacu pada tujuan dan sasaran RPJM 2021-2026,” ujarnya.

Kegiatan yang diikuti sekira 100 orang peserta ini terdiri dari penyuluh pertanian, petani maju, kelompok tani, petani milenial, dan kelompok wanita tani. “Melalui kegiatan ini maka diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi sektor pertanian kita, sehingga dapat sebagai penyelamat di saat krisis,” harap Rusdi Rasyid.

Diketahui dari data BPS, kontribusi sektor pertanian Lutra mengalami peningkatan produksi, dimana tahun 2020 mencapai 47,02 persen, sedangkan di tahun 2021 49,04 persen.

Sementara Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyampaikan, pentingnya penyusunan program penyuluhan pertanian ini dilaksanakan, apalagi penyusunan program penyuluh pertanian ini dilakukan secara berjenjang. “Ini ibarat sebuah aplikasi dan detail menunya ditentukan dari para peserta yang hadir dan tetap mengacu pada RPJMD 2021-2026,” kata Indah.

Menurutnya, substansi sebenarnya yakni melakukan penguatan dilihat dari aspek kelembagaan penyuluh pertanian, ketenagaan, penyelenggaraan, sarana dan prasarana, aksi di lapangan dan dukungan pembiayaan. “Bagaimana itu bisa di implementasikan di lapangan, bukan hanya perencanaannya saja,” tegasnya.

Indah Putri Indriani juga memberikan apresiasi karena sektor pertanian telah terbukti dalam peningkatan perekonomian di Luwu Utara. Olehnya itu, tugas penyuluh pertanian diharapkan dapat mengawal mulai dari produksi sampai pasca produksi sehingga value dapat dirasakan masyarakat.

“Tentu melalui kegiatan ini dapat dirumuskan secara bersama sesuai RPJMD Luwu Utara 2021-2026. Tantangan alam dan tantangan sumber daya anggaran, dapat mendorong petani kita selalu bisa berinovasi, sehingga dapat berkontribusi dalam pertanian di Luwu Utara,” pungkas Indah. (rls)

ADVERTISEMENT