Dihadiri Kepala BKKBN Sulsel, Pemkot Palopo Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting

33
Sekretaris Daerah Kota Palopo, H Firmanza, DP mewakili Walikota Palopo, HM Judas Amir menghadiri tindaklanjut Audit Kasus Stunting (Diseminasi) Kota Palopo, dalam perumusan rencana untuk percepatan penurunan stunting di Palopo tahun 2022, di Auditorium Saokotae Kota Palopo, Rabu 26 Oktober 2022. (Foto : Kominfo Palopo)
ADVERTISEMENT

PALOPO – Sekretaris Daerah Kota Palopo, H Firmanza, DP mewakili Walikota Palopo, HM Judas Amir menghadiri tindaklanjut Diseminasi Audit Kasus Stunting Kota Palopo, dalam perumusan rencana untuk percepatan penurunan stunting di Palopo tahun 2022, di Auditorium Saokotae Kota Palopo, Rabu 26 Oktober 2022.

Laporan Panitia menyampaikan, peserta kegiatan ini, adalah Camat se-Kota Palopo dan Kepala Puskesmas se-Kota Palopo.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut Kepala BKKBN Sulsel, Andi Rita Mariani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Palopo, atas upaya yang telah dilakukan untuk penurunan kasus stunting ini.

“Meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi, antara lain menurunkan prevalensi stunting. Kita punya beberapa strategi yang perlu dioptimalkan dalam menurunkan angka stunting di Palopo,” jelasnya.

“Diketahui untuk mewujudkan target yang diharapkan, butuh koordinasi dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, baik dari bidang kesehatan, pangan dan gizi serta lingkungan yang memadai yaitu sanitasi, jamban keluarga dan ketersediaan air bersih serta pola asuh balita,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Palopo menyampaikan Diseminasi Tindak Lanjut Audit Kasus Stanting (Diseminasi) Palopo, terkait Penurunan angka stunting menjadi salah satu hal yang diprioritaskan di Palopo.

“Inipun menjadi begitu penting, untuk percepatan penurunan stunting. Pemkot Palopo melaksananan Diseminasi Audit Kasus Stunting bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui penyebab resiko stunting, kemudian dari hasil identifikasi dilakukan analisis guna memberikan rekomendasi sebagai upaya pencegahan yang harus dilakukan,” katanya.

“Kita betul-betul bekerjasama, supaya penurunan kasus stunting ini, harapan pimpinan, kita harus bekerja luar biasa, agar kita dapat menurunkan kasus stunting, dan ada inovasi yang kita lakukan, langsung kita bersama-sama turun sebagai bunda dan bapak asuh langsung mengunjungi dan menangani anak stunting,” pungkasnya. (yonk)

ADVERTISEMENT