Ingin Nikahi Teman Main PUBG, Ibu Muda Minta Cerai

129
ADVERTISEMENT

INDIA – Game PUBG Mobile saat ini sangat digandrungi. Sudah tak terhitung pecandu permainan battle royale populer ini. Sanking banyaknya, terdapat cerita unik akibat kecanduan bermain PUBG. Salah satunya di Kota Ahmedabad, India.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat OlehMW Quiz

Seorang ibu muda berusia 19 tahun ingin bercerai demi menikah dengan teman bermain PUBG mobile. Kisah ini menjadi viral setelah diungkap oleh lembaga konseling keluarga di sana yang bernama Abhayam.

ADVERTISEMENT

Dilansir Koran SeruYA dari Kumparan, perempuan yang tidak disebutkan namanya itu menghubungi lembaga Abhayam untuk meminta bantuan guna mencari solusi untuk perceraiannya.

Tidak disangka alasan perceraian dengan suaminya itu, karena sang perempuan ingin bisa tinggal bersama teman bermainnya di game PUBG Mobile. Menurut salah satu pengurus Abhayam, perempuan ini menjadi sangat dekat dengan temannya tersebut sehingga dia ingin bercerai dan ingin tinggal bersama pria tersebut.

ADVERTISEMENT

“Perempuan itu memainkan game online multiplayer populer (PUBG Mobile) dengan pasangannya secara konstan,” kata pengurus Abhayam, seperti dilansir Indian Express.

Menanggapi permintaan tersebut, Abhayam menugaskan tim konseling untuk mengunjungi rumahnya dan berbicara dengan keluarga untuk menanyakan masalah tersebut.

Tim itu menemukan bahwa dia telah menghabiskan banyak waktu dengan smartphone miliknya dan bermain PUBG Mobile, sehingga menciptakan perbedaan antara dia dan keluarga.

Kepala Abhayam Narendrasinh Gohil mengatakan perceraian karena bermain PUBG Mobile baru pertama kali terjadi dari sekian banyak kasus yang ditangani lembaga ini.

“Biasanya, para ibu akan memanggil untuk mengeluh tentang anak-anak yang kecanduan PUBG,” kata Gohil.

Perempuan yang ingin bercerai itu selanjutnya diminta untuk mempertimbangkan keputusannya kembali dan tinggal di pusat rehabilitasi di Ahmedabad. Namun, dia menolak karena di sana tidak diizinkan bermain ponsel. (*/liq)

ADVERTISEMENT