Jokowi-Prabowo Sama-Sama Tak Setuju Debat Capres Pakai Bahasa Inggris, Ini Alasannya

1260
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Dua Calon Presiden (Capres) yang akan maju bertarung di Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto ternyata sama-sama menolak usulan agar debat Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh KPU nanti diisi dengan sesi berbahasa Inggris.

Baik Jokowi dan Prabowo tidak sepakat jika debat Capres menggunakan bahasa asing. Keduanya sependapat, debat menggunakan
bahasa nasional, yakni Bahasa Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Kita ini kan bangsa Indonesia. Kita ini bangsa Indonesia, kita punya bahasa nasional bahasa Indonesia,” kata Jokowi, dikutip dari Detik.com, usai memberikan pengarahan di Rakornas IV Relawan Pro Jokowi (Projo) di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Tak hanya itu, Jokowi enggan menanggapi lebih jauh soal usulan dan tantangan itu. Dia hanya tersenyum ketika kembali ditanya wartawan soal usulan itu.

ADVERTISEMENT

(BACA JUGA): 
Nurdin Abdullah: Pemilu Ajang Festival Gagasan

Ternyata, usulan debat Capres pakai Bahasa Inggris yang diusulkan dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, rupanya ditolak juga oleh Prabowo.

ADVERTISEMENT

“Saya kira nggak perlulah,” kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018) lalu.

Prabowo ingin debat murni memakai bahasa Indonesia saja. Alasannya nasionalisme. “Bahasa Indonesia aja, bahasa kebangsaan,” kata Prabowo.

Bakal cawapres pendamping Prabowo, Sandiaga Salahuddin Uno, punya pandangan serupa dengan Prabowo soal debat menggunakan bahasa Inggris. Adalah Ketua DPP PAN Yandri Susanto yang mengatakan usulan itu bisa menjadi pertimbangan KPU.

(BACA JUGA): 
Usai Dilantik, Ini Agenda Judas-Rahmat Bersama Warga Palopo… Puncaknya Pesta Rakyat

“Saya rasa nggak perlu ya. Ini pendapat pribadi saya, bahwa bahasa kita adalah bahasa Indonesia. Bahasa yang dimengerti 100 persen oleh orang Indonesia. Bahasa Inggris ya ada yang mengerti, tapi kita karena ingin menjangkau seluruh rakyat Indonesia,” kata Sandiaga di Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/9).

Usulan debat capres-cawapres di Pilpres 2019 agar menggunakan Bahasa Inggris ini datang dari koalisi partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Seperti yang disampaikan Ketua DPP PAN Yandri Susanto. Dia mengusulkan format debat capres dan cawapres Pilpres 2019 menggunakan Bahasa Inggris. Menurut Yandri, usulan itu bisa menjadi pertimbangan KPU.

“Boleh juga kali, ya. Ya, makanya hal-hal detail seperti ini perlu didiskusikan,” kata Yandi seusai rapat sekjen di Posko Pemenangan PAN, Jl Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

(BACA JUGA): 
Andi Cincing Ketua Tim Pemenangan Prabowo- Sandi di Palopo, Target Menang 70 Persen

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menyambut positif usulan Yandri. Fadli menilai perubahan format debat bagus agar rakyat memiliki pertimbangan luas dalam menentukan pilihan.

“Kalau pakai bagus, kalau nggak juga nggak apa-apa. Tapi kalau ada, ya, itu berarti itu suatu kemajuan, tetapi kalau nggak, ya, nggak ada masalah,” terang Fadli saat dimintai tanggapan di kediaman Prabowo Subianto, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan. (*/cbd)

ADVERTISEMENT