Kenangan Mayjend Marga Taufik ke SBJ : Ketika Membela Masyarakat, Nyawanya Pun Diberikan

259
ADVERTISEMENT

PALOPO — Meninggalnya Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, bukan hanya dirasakan oleh masyarakat Luwu. Kesedihan juga dirasakan oleh mantan Pangdam XVI Pattimura, Mayor Jenderal (Purn) Marga Taufiq. Ia mengaku setelah mendengar kabar duka tersebut langsung terbang dari Jakarta, Jumat (07/04/2023) dinihari. Kemarin, ia langsung mendatangi kediamanya Syukur Bijak di Batusitanduk, Walenrang untuk melayat.

” Saya benar-benar terpukul mendengar kepergian beliau. Saya kenal dekat dengan almarhum termasuk dengan keluarganya,” katanya. Marga Taufiq menceritakan saat menjabat Komandan Kodim 1403/Sawerigading 2004 silam, orang yang pertama datang mendampinginya memasuki rumah dinas adalah Syukur Bijak.

ADVERTISEMENT

” SBJ dan keluarganya mendampingi saya. Ini mengingatkan bahwa saya bertugas di tanah leluhur walaupun saya besar di luar,” katanya. Bahkan, ketika dilantik menjadi Pangdam Pattimura, SBJ sempat menelpon dan meminta maaf tidak bisa hadir.

” Tetapi, istri dan anaknya hadir. Beliau adalah adik saya. Pertemannya tidak di mulut saja. Ini yang membuat saya tersentuh. Hubungan kami terus terjalin. Almarhum juga kerap meminta nasehat dan pandangan saya,” katanya.

ADVERTISEMENT

Marga Taufiq mengatakan, sangat wajar jika masyarakat Luwu merasa kehilangan dengan sosok almarhum. SBJ merupakan tokoh panutan masyarakat, tokoh adat dan tokoh politik. ” Ketika membela masyarakat, nyawanya pun akan diberikan. Makanya, sangat pantas almarhum menjadi tokoh panutan. Di keluarganya pun, almarhum sudah menyiapkan anak-anaknya untuk berkarir lebih dari dirinya,” katanya. (***)

ADVERTISEMENT