Lucu…, Pemenang Lelang Motor GESITS Jokowi Ternyata Buruh, Takut Ditagih Rp2,5 Miliar Terpaksa Minta Perlindungan Polisi

710
Presiden Joko Widodo mengendarai motor listrik Gesits di komplek Istana. Foto: Dok MPR
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Ada yang menarik dari konser virtual ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ yang digelar di TVRI untuk galang dana covid-19, terkait lelang motor listrik GESITS milik Presiden Jokowi senilai Rp2,5 miliar. Ternyata, kabar yang sempat beredar bahwa pemenang lelang motor Gesits tersebut seorang pengusaha tajir asal Jambi, bernama M Nuh.

Namun ternyata, pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp 2,5 miliar dalam konser amal virtual yang diadakan MPR, BPIP, dan BNPB, pada Minggu, 17 Mei 2020 lalu itu, bukan pengusaha bersaku tebal. Muh Nuh ternyata hanyalah seorang buruh harian di Jambi.

ADVERTISEMENT

Konser amal Berbagi Kasih Bersama BIMBO Bersatu Melawan Corona disiarkan langsung di TVRI pada Minggu, 17 Mei 2020. Dalam acara itu terdapat sejumlah artis yang menerima telepon dari para donatur maupun peserta lelang motor. Dari telepon yang masuk, M Nuh dinyatakan sebagai pemenang lelang.

Yang menarik, Muh Nuh tidak mengetahui jika dirinya harus membayar Rp2,5 miliar demi mendapatkan motor tersebut. Dia mengira ikut kuis berhadiah motor dan berharap akan segera mendapatkan motor listrik tersebut.

ADVERTISEMENT
M. Nuh, pengusaha yang ikut lelang motor listrik Jokowi. Foto: Dok. Istimewa

Berdasarkan informasi yang beredar, M Nuh diketahui tinggal di Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Namun, M Nuh itu bukan merupakan pengusaha melainkan seorang buruh.

Polda Jambi akhirnya turun tangan. Sebab, Muh Nuh meminta perlindungan ke polisi karena terus ditagih Rp2,5 miliar. “Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah,” kata Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Santyabudi, dilansir KORAN SERUYA dari Kumparan.com.

ADVERTISEMENT

Firman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5), menjelaskan, ternyata M Nuh mesti membayar uang lelang Rp 2,5 miliar. Dia ditagih untuk segera membayar, hal ini membuatnya ketakutan dan datang ke polisi untuk minta perlindungan.

“Tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan. Setelah diwawancara, (dia) tidak paham acara yang diikuti tersebut adalah lelang. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan,” ujar Firman.

Sementara Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, M Nuh tidak ditahan. Ia hanya diwawancara setelah itu disuruh pulang.
“Orang itu tidak ditahan, tidak dilakukan penahanan. Tidak ada penangkapan. Itu aja. Nggak ada,” kata Kuswahyudi.

“Tidak ada penahanan, tidak ada penangkapan. Kalau mereka (M Nuh) hanya diwawancara, suruh pulang, ya, sudah,” tambah Kuswahyudi. (*/tari)

ADVERTISEMENT