Mahasiswa KKN STIEM Palopo Latih IRT Cara Pembuatan Abon Ikan Bandeng di Malbar

950
Pelatihan Pembuatan Produk Olahan Ikan Bandeng Mahasiswa KKN STIEM Palopo, di Malangke Barat
ADVERTISEMENT

Malangke Barat — Mahasiswa KKN PPM STIE Muhammadiyah Palopo melatih para ibu rumah tangga (IRT) cara membuat produk olahan ikan bandeng di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat (Malbar), Sabtu kemarin. Produk olahan ikan bandeng yang dibuat berupa abon ikan bandeng.

“Kalau selama ini ikan bandeng kebanyakan kita konsumsi langsung saja, maka kali ini kita ingin melatih ibu-ibu di sini bagaimana cara membuat abon dari bahan dasar ikan bandeng,” ujar Dosen Pembimbing I Mahasiswa KKN STIE Muhammadiyah Palopo, Asriany, saat ditemui di sela-sela pelatihan.

ADVERTISEMENT

Asriany menambahkan, tujuan dilakukannya pelatihan pembuatan abon ikan bandeng adalah bagaimana mendorong para pengusaha lokal, khususnya para pengusaha ikan bandeng untuk lebih cerdas dan kreatif dalam berinovasi.

“Jika selama ini tulang ikannya tidak kita manfaatkan, maka insya Allah pada pelatihan lanjutan, kita akan memberikan simulasi atau pelatihan bagaimana memanfaatkan tulang ikan menjadi keripik yang siap dikonsumsi dan bagaimana memanfaatkan sirip ikan menjadi produk furniture hias yang lebih menarik,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ia berharap, desa Waelawi bisa dijadikan sebagai desa percontohan di Luwu Raya. “Insya Allah, kita akan bantu desa ini dalam pengembangan peningkatan keanekaragaman berbahan dasar sagu dan ikan bandeng sampai pada proses tata kelola finansial karena homebase kami adalah ekonomi,” tutur Asriany.

Dalam kegiatan pelatihan pembuatan abon ikan bandeng ini, para mahasiswa KKN tidak hanya didampingi oleh dosen pembimbing saja, tetapi juga hadir pakar pembuatan abon ikan, Sumiyati Gau Basri. “Mereka ini pakar dalam pembuatan abon segala jenis ikan, sehingga swajib kami hadirkan,” pungkas Asriany (LH)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT