Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Palopo “Serbu” Kantor Koran Seruya, Ada Apa?

239
ADVERTISEMENT

PALOPO–Sedikitnya 27 mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Palopo “menyerbu” kantor redaksi Koran Seruya, di Jalan Andi Djemma, Senin 22 Desember 2020, kemarin.

Para mahasiswa IAIN Palopo ini diterima langsung oleh Redaktur Pelaksana Koran Seruya, Iccank Razcal, bersama awak redaksi lainnya di kantornya yang mungil di lantai 2 perusahaan media yang bernaung di bawah bendera PT Wisnu Aditya Intermedia Palopo.

Mereka hadir dalam rangka menggali pengetahuan dan informasi sesuai jurusan yang dipilih dalam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Palopo, dimana Koran Seruya dipandang sebagai media cetak dan online di kota Palopo yang paling aktif dan memiliki pembaca terbesar di Luwu Raya.

Armiadi, dosen pembimbing yang ikut menyertai para mahasiswa yang rata-rata masih semester 7 itu mengatakan, kehadirannya kali ini bukan saja untuk mengetahui lebih dekat tentang proses produksi di media cetak utamanya koran maupun media online tapi juga memahami semua aspek terkait pemberitaan dan fungsi-fungsi secara kelembagaan di perusahaan pers.

ADVERTISEMENT

“Adik-adik ini terbagi dalam 2 kelas, mereka semua mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Palopo yang ingin mengetahui secara menyeluruh dan lengkap soal proses produksi di bidang media, khususnya Koran Seruya sebagai salah satu media ternama di Luwu Raya,” ucap Armiadi.

Sementara Redpel Koran Seruya, dalam kesempatan yang sama memberi apresiasi atas kehadiran mahasiswa-mahasiswi IAIN Palopo yang terlihat antusias dan penuh semangat menimba ilmu di dunia jurnalistik yang kelak akan mereka geluti itu.

“Kami tentu apresiasi, karena kehadiran adik-adik mahasiswa ini dapat memberi kami sedikit nuansa berbeda, ada saling take and give, dimana kami bisa berdiskusi lebih lepas dan bebas. Permasalahan jurnalistik ini sebenarnya luas dan kompleks, tak bisa selesai hanya dalam 1 kali pertemuan,” ungkap Iccank.

Di akhir pertemuan singkat itu, para mahasiswa kemudian berpose bersama, usai berdiskusi seputar permasalahan yang dialami dunia pers, di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi yang berimplikasi pada tuntutan kreativitas media dalam menyiasati semakin ketatnya persaingan dalam bisnis media di Tanah Air. (iys)

ADVERTISEMENT