Mahasiswi dan Pelajar SMA ini Diciduk Warga Berbuat Mesum, Pelaku Mengakui Sudah Dua Kali “Pergi ke Surga”

2660
ADVERTISEMENT

Seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Merangin, Jambi berinisial E tertangkap “lembab” sedang melakukan hubungan ‘suami istri’ dengan kekasih pujaan hatinya diatas ranjang empuk sebuah kamar kost milik rekannya.

Peristiwa memalukan ini terjadi pada Minggu dini hari (5/1/2020) sekira pukul 00.30 WIB kemarin, di sebuah kontrakan di RT 19, RW 5, Kelurahan Pematang Kandis, Bangko.

Warga sekitar merasa curiga dengan tingkah laku dua sejoli ini, karena sering berdua-duaan hingga larut malam di pondokan milik temannya. Tentu saja masyarakat tidak terima, kampungnya dikotori dengan kemaksiatan.

Apalagi pacar E yang berinisial Br masih pelajar kelas 2 SMA, seorang pejantan asal Desa Pinang Merah, desa tetangga sebelah.

ADVERTISEMENT

Warga pun mengatur siasat dan mencoba melakukan penggerebekan.

Saat melihat Br dengan tubuh sintalnya mulai masuk ke kontrakan bersama E, warga pun menunggu waktu yang tepat untuk mulai menggerebek.

Usai mengintai, wargapun mulai mengepung kontrakan tersebut.

Saat pintu kamarnya digedor, E kemudian membuka pintu dengan hanya memakai daster. Kepada warga dia mengaku dirinya sendirian di kontrakan.

Mendengar jawaban E, warga tidak langsung percaya. Warga lalu menyisir masuk ke dalam kontrakan. Ternyata, dugaan warga benar, Br didapati sedang bersembunyi di kamar mandi hanya memakai CD.

“Benar, kami sudah melakukan hubungan badan (ML), sudah dua kali. Pertama di hotel dan yang kedua di kontrakan ini,” aku mahasiswi berparas manis itu.

Ketua RT 18, Sugimin mengatakan, kedua pasangan tersebut bukanlah penghuni di kost tersebut. Tapi yang tinggal di kostan tersebut adalah teman salah satu pasangan tersebut.

“Mereka berdua bukan ngekos di sana, tapi teman mereka. Mereka pinjam kosan itu untuk bisa berduaan,” ungkap ketua RT seraya mengatakan saat dipergoki yang menyewa kost tersebut sedang tidak ada di tempat.

Lanjut Sugimin, saat dipergoki, keduanya sempat berusaha melarikan diri, namun tidak berhasil, hanya saja mereka berbelit-belit dalam memberikan informasi.

“Yang cewek sudah sempat lari, namun saat lari karena kondisi agak gelap, ia terjatuh sehingga berhasil kami amankan. Yang cowoknya juga berusaha melawan, bahkan seperti orang kerasukan dan berusaha menakut-nakuti warga. Karena mereka tidak memberikan keterangan yang jelas, tentang nama, asal usul dan lainnya, sehingga mereka kami serahkan saja ke Polres Merangin,” imbuh Ketua RT 18.

Dilanjutkannya, jika nanti dibutuhkan keterangan oleh pihak kepolisian, dirinya mengaku siap untuk itu. Tidak hanya dirinya warga lainnya juga siap memberikan keterangan jika dibutuhkan.

Dirinya berharap, wilayahnya bersih dari tindakan asusila, perjudian dan kegiatan terlarang lainnya. Sehingga warga sekitar menjadi aman dan tentram.

“Kami ingin kasih efek jera, semoga ke depannya tidak ada lagi hal serupa terjadi di wilayah kami ini. Kami tidak ingin RT 18 ini dicap buruk, semoga ini yang pertama dan terakhir terjadi,” harapnya seperti dilansir Tribunnews.

Terpisah, Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama melalui Kasat Reskrim, AKP Sandi Muttaqin membenarkan adanya laporan muda-mudi yang diamankan oleh warga, karena kedapatan berduan di kosan.

“Iya, benar ada informasi seperti itu, masing-masing berinisial E (18) dan Br (17),” kata Kasat. Hanya saja sebut Kasat Reskrim, setelah dimintai keterangan keduanya diserahkan kepada orang tua masing-masing.

Sebab kedua remaja tersebut masih lajang sehingga tidak ada unsur pidananya, mereka hanya melanggar norma agama, adat, budaya warga sekitar. “Kita sudah serahkan mereka ke keluarganya untuk dilakukan pembinaan, terserah keluarga apakah mau dinikahkan atau mau diapakan,” pungkasnya. (*/Iys)

ADVERTISEMENT