Nasib Luwu Tengah di Hari Peringatan Otoda 2022, Begini Kata Gubernur Sulsel

700
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Rencana pemekaran dua kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Kabupaten Luwu dan Bone, terus bergema dan disuarakan. Namun, hingga saat ini, usulan pemekaran dua daerah tersebut, yakni Luwu Tengah (Luteng) dan Bone Selatan, belum terealisasi sampai saat ini.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menanggapi pemekaran dua daerah di Sulsel tersebut, sekaitan puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) 25 April 2022. Andi Sudirman mengatakan, semua pihak sebaiknya menunggu kebijakan Pemerintah Pusat. “Kita tunggu saja kebijakan pusat,” ungkap Andi Sudirman, kemarin.

Andi Sudirman menuturkan persoalan pemekaran daerah menjadi domain pusat. Sehingga Pemprov Sulsel hanya menunggu keputusan dari pemerintah pusat selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah. “Pokoknya kita ini perwakilan pemerintah pusat. Dan kewenangan (pemekaran) ada di pemerintah pusat,” tukasnya.

Rencana pemekaran Luwu Tengah dari induknya, Kabupaten Luwu, diketahui bergulir kencang akhir 2019 lalu. Bupati Luwu, DR Basmin Mattayang untuk diketahui pernah mengajukan proposal pemekaran wilayahnya dengan dibentuknya Kabupaten Luwu Tengah kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada 2019 silam. Proposal itu disambut baik Nurdin dan diteruskan langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

ADVERTISEMENT

Rencana pembentukan Luwu Tengah ini memang didukung Gubernur Sulsel saat itu, Nurdin Abdullah. Bahkan Nurdin saat itu mengaku akan meminta diskresi Presiden Jokowi untuk kebijakan moratorium pemekaran wilayah. Termasuk saat Andi Sudirman menjadi gubernur Sulsel definitif pada 10 Maret lalu, Bupati Basmin menitip pesan ke Andi Sudirman agar pembentukan daerah otonom baru (DOB) Luwu Tengah (Luteng) segera dilanjutkan dan dipercepat. Proposal pemekaran sudah diusulkan ke Pemprov Sulsel sejak akhir 2019 silam.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Bapak Andi Sudirman Sulaiman, dapat semakin bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam memperjuangkan dan mengawal proses percepatan pemekaran wilayah Walenrang-Lamasi menjadi daerah otonom Kabupaten Luwu Tengah,” ucap Basmin Mattayang, saat memberi selamat kepada Andi Sudirman Sulaiman usai dilantik defenitif menjabat Gubernur Sulsel.

Bupati Luwu dua periode ini berharap ke Gubernur Sulsel, agar dukungan kebijakan terhadap proses pembangunan dan pembenahan sejumlah infrastruktur vital di daerah Kabupaten Luwu terus diberikan. Selain itu, pengembangan pengelolaan potensi daerah yang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Luwu dapat lebih diintensifkan.

Dikatakan Basmin, usulan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah sudah memenuhi syarat. Ada 6 kecamatan di wilayah Luwu yang diusulkan menjadi wilayah pemekaran Kabupaten Luwu Tengah, yakni Kecamatan Walenrang, Walenrang Utara, Walenrang Barat dan Walenrang Timur, Lamasi, dan Lamasi Timur. Enam wilayah kecamatan tersebut dikenal dengan sebutan Walmas, atau Walenrang dan Lamasi. Jika Luwu Tengah nantinya jadi kabupaten, akan ada 5 wilayah otonom di Luwu Raya. Saat ini Luwu Raya terdiri dari Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur, dan Kabupaten Luwu Utara.

Sementara itu, untuk pemekaran Bone Selatan bahkan dibentuk Forum Pemekaran Bone Selatan (FPBS). Bahkan FPBS ini sudah 14 tahun memperjuangkan daerah otonomi baru (DOB) Bone Selatan namun belum juga terealisasi. Forum sudah menyurati Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar rencana pemekaran bisa segera disetujui.

“Bulan Februari (2022) lalu, kami sudah menyurati Kementerian terkait. Juga DPD RI dan Komisi II DPR RI. Kami minta Bone Selatan (Bonsel) jangan lagi ditunda pemekarannya,” ungkap Ketua FPBS, Andi Suaedi, belum lama ini. (***)

ADVERTISEMENT