Pandemi Tak Juga Reda, Walikota Palopo Ajak Masyarakat Rajin Baca Al Qur’an, Ini Daftar Surah dan Sholawat yang Bisa Dibaca

725
ADVERTISEMENT

PALOPO——Negeri khatulistiwa, bumi Nusantara, tak kunjung memperlihatkan tanda-tanda jika Pandemi Covid-19 bakal segera reda dan hilang.

Rilis resmi pemerintah pada Rabu (14/7) kemarin, menunjukkan gejala mengkhawatirkan,  dimana rekor baru tercipta, ada 54.517 kasus positif baru pada hari tersebut, dengan kasus kematian bertambah lagi 991 orang, sehingga total akumulasi kematian menembus angka 240.724. Sementara jumlah warga terpapar virus Corona sudah tembus ke angka 2.157.363. Mengerikan sekali, bukan?

ADVERTISEMENT

Sementara di belahan dunia lainnya, pesta sepakbola Euro dan Copa America terlihat warga (penonton) di sana, terpantau dalam suasana yang penuh kegembiraan, berdesak-desakan di stadion tanpa masker dan berpesta, seolah virus Corona telah sirna.

Menyikapi ini, walikota Palopo, HM Judas Amir yang dikenal relijius itu merasa perlu untuk mengajak masyarakat agar kembali ke jalan yang lurus, lewat pendekatan spiritual.

ADVERTISEMENT

Walikota mengeluarkan surat edaran bernomor 451/120.A/KESRA/VI/2021 tertanggal 12 Juni 2021 lalu, dimana terdapat 4 poin penting yang ia himbaukan.

Orang nomor satu di kota idaman itu mengajak kita semua utamanya umat Muslim untuk rajin berdoa, berdzikir dan membaca Al-Quran serta sholawat nabi.

ADVERTISEMENT

Berikut kutipan surat edarannya:

1. Menginstruksikan kepada masyarakat muslim untuk membaca Al-Quran surat Yasin dan Al-Mulk setelah shalat Magrib, dan surat Yasin dan Al-Waqiah sesudah shalat Subuh di rumah masing-masing.

2. Memerintahkan kepada Takmir Masjid dan Musholla se-Kota Palopo untuk menyelenggarakan pembacaan sholawat Tibbil Qulub (sholawat agar terhindar dari penyakit), Qunut Nazilah dan doa lainnya dengan maksud memohon kepada Allah SWT agar masyarakat kota Palopo dan bangsa Indonesia diberikan keselamatan dan kesehatan, dijauhkan dari segala bencana dan marabahaya.

3. Pembacaan sholawat dan doa dimaksud, melalui pengeras suara yang ada di masjid atau musholla dengan waktu yang disesuaikan dan tetap menerapkan standar Protokol Kesehatan.

4. Menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

(*)

 

ADVERTISEMENT