Pemuda Bua Minta Pemerintah Beri Ruang bagi Petani Muda di Luwu

444
ADVERTISEMENT

BELOPA – Kabid Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DPC Kabupaten Luwu, Ayto Qayyum meminta kepada pemerintah agar memfasilitasi para petani muda.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Menurutnya, bukan tidak mungkin para petani muda jauh lebih memahami potensi pertanian, terlebih lagi katanya, para kaum muda dapat beradaptasi dengan perkemangan zaman, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan pangan kedepannya.

Hal tersebut dikatakan pria yang akrab disapa Ito, dalam keterangan tertulisnya, kepada Koran Seruya, Kamis (8/10/2020).

Dia menyebutkan, jika kondisi saat ini masih banyak petani yang jauh dari kata sejahtera, kendati demikian ia mengungkapkan jika potensi dari pertanian di Indonesia khususnya di Kabupaten Luwu begitu menjanjikan.

ADVERTISEMENT

“Berikan ruang anak muda untuk berkarya, karena anak muda yang mungkin lebih paham pertanian kita sebaiknya di bawa ke mana. Jangan ragukan mereka karna merekalah yang begitu banyak tau tentang arah perkembangan zaman ke depannya,” katanya.

Maka dari itu Ito menambahkan, jika pemerintah harus hadir dan memberikan fasilitas kepada para petani khususnya kaum muda, dengan menyediakan bibit pangan yang unggul dan pupuk berkualitas, melalui bantuan-bantuan yg mungkin bisa di programkan ke depannya.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Tidak hanya itu, dirinya juga mengajak para petani dan pemerintah untuk tetap melestarikan lingkungan, Sebab perubahan iklim yang terjadi akibat pemanasan global turut mempengaruhi kualitas hasil pertanian.

Ito mencontohkan, dimana para petani di wilayah Kecamatan Bua yang selama ini, hanya mengandalkan air dari hasil tada hujan untuk mengairi persawahan mereka lantaran perubahan iklim yang kurang mendukung.

“Ditambah lagi tidak adanya saluran irigasi, perairan yang memadahi, karena selama ini petani persawahan di daerah tersebut hanya mengandalkan tada Hujan saja, hal ini yang perlu kita pikirkan bersama,” pungkasnya.

Ito juga berharap agar pemerintah lebih memperhatikan para petani, dengan menaikkan harga hasil pertanian sehingga para petani dapat merasakan kesejahteraan. (Anggi)

ADVERTISEMENT