Penuhi Syarat, Palopo dan Tiga Daerah di Luwu Raya Siap Vaksinasi Anak Bulan Januari 2022

409
ILUSTRASI VAKSINASI ANAK
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun resmi dimulai di Tanah Air sejak 14 Desember 2021 lalu. Namun, untuk wilayah Sulsel, vaksinasi anak ini baru direncanakan dalam bulan Januari 2022. Bahkan, Kota Palopo sebagai salah satu daerah di Sulsel yang dinilai berhasil melaksanakan vaksinasi covid-19 sehingga memenuni syarat melaksanakan vaksinasi anak.

Selain Kota Palopo, lima daerah lainnya di Sulsel yang akan melaksanakan vaksinasi anak dalam bulan Januari ini, diantaranya Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Soppeng, dan Toraja Utara.

Walikota Palopo, HM Judas Amir, mengatakan, Kota Palopo siap melaksanakan vaksinasi anak, sesuai petunjuk Pemerintah Pusat. “Kita siap melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun,” kata Judas Amir di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (5/1/2022).

Menurut Judas Amir, Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan aturan, bahwa Kota Palopo salah satu daerah di Sulsel yang akan memulai pelaksanaan vaksinasi covid-19 anak usia 6-11 tahun. Hal ini lantaran tingkat vaksinasi di Kota Palopo cukup sukses. Hingga akhir 2021, sudah ada 86,64 persen warga dari 122.492 sasaran target yang sudah menerima vaksin.

ADVERTISEMENT

“Tadi sudah dirapatkan. Tadi sudah disaksikan untuk uji coba oleh Kapolri dan Presiden untuk vaksinasi anak di kota Palopo,” kata Judas Amir yang sudah dua periode memimpin Kota Palopo.

Dikatakan Judas Amir, vaksinasi anak usia 6-11 tahun merupakan langkah positif dari pemerintah dalam rangka melindungi anak dari Covid-19. Selain itu, untuk meningkatkan rasa percaya diri orang tua ketika anak akan memulai pembelajaran tatap muka di sekolah. Jadi, kita (Palopo) siap melaksanakan,” katanya.

Yang menarik, Judas Amir menyampaikan, bahwa dirinya memiliki trik khusus menyukseskan program vaksinasi covid-19 hingga mencapai 86,64 persen hingga akhir tahun, dan tercatat tertinggi di Sulsel. Apa trik yang dipakai Judas Amir?

Ternyata, Ketua Nasdem Kota Palopo ini mengaku mengancam warganya yang tidak mau divaksin. Apa ancamannya? Menurut Judas Amiri, dirinya mengancam tidak akan membayar iuran BPJS Kesehatan bersubsidi bagi warga yang menolak divaksin. “Saya ancam. Saya tidak bayarkan BPJS-nya kalau tidak mau vaksin,” katanya.

Judas Amir mengaku hanya dengan cara itu warga mau divaksin. Ancaman lain, yakni tidak menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang enggan divaksin. “Saya juga larang anak sekolah belajar tatap muka kalau orang tuanya tidak vaksin. Jadi mereka mau vaksin semua nanti kalau diancam,” tegasnya.

Cara Judas terbilang sukses. Kota Palopo menempati urutan tertinggi untuk tingkat vaksinasi di Sulsel. “Jadi, saya rasa tidak ada masalah untuk vaksinasi anak. Cukup kasih permen sudah mau (divaksin). Malah lebih susah kalau orang tua,” ungkap Judas Amir, tertawa.

VAKSINASI ANAK

Diketahui, penyuntikan vaksin kepada anak usia 6-11 tahun dilakukan dengan intramuskular atau injeksi ke dalam otot tubuh di bagian lengan atas dengan dosis 0,5 mili. Vaksinasi diberikan sebanyak 2 kali dengan interval minimal 28 hari. Sebelum pelaksanaan vaksinasi harus dilakukan skrining dengan menggunakan format standar oleh petugas vaksinasi.

Adapun pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun didasari telah terbitnya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunizational/ ITAGI) perihal kajian vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun, dan sudah adanya Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM untuk penggunaan vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun. (***)

ADVERTISEMENT