Putra Tunggal, Usianya Baru 21 Tahun, Pemuda Palopo Ini Sudah Sukses di Bisnis Properti

4983
Muhammad Kayyum Aris
Muhammad Kayyum Aris
ADVERTISEMENT

PALOPO — Di saat banyak remaja lainnya lebih memilih nongki dan bergaul, tidak demikian dengan Muhammad Kayyum Aris. Pemuda kelahiran 9 Juli 1997 ini harus berkutat dengan kayu, semen, pasir dan material lainnya. Ia tak malu terjun langsung bersama puluhan tukang. Padahal, ia adalah Direktur PT Imbara Permai Sejahtera yang bergerak di bisnis properti atau pengembang di Palopo.

” Sehari-hari saya begini. Bersama tukang mengawasi jalannya pekerjaan dan menyiapkan apa yang dibutuhkan. Saya tak suka duduk di kantor,” katanya saat ditemui di lokasi Perumahan Imbara Permai IV Kariango di Jl Pemuda, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Palopo, Selasa (13/11/2018).

ADVERTISEMENT

Perusahaan yang dipimpinnya sudah membangun tiga perumahan lainnya di Palopo. Kayyum, begitu dia akrab disapa melanjutkan usaha milik orang tuanya, H Ariswandi. Ia adalah anak tunggal dari keluarga itu. Walaupun sebagai anak pemilik perusahaan, tidak serta merta ia diserahi tanggungjawab memimpin perusahaan. Kayyum harus belajar banyak dari ayahnya bagaimana mengurus perusahaan.

Setelah melihat kesungguhan pada dirinya, tak ragu-ragu ayahnya memberikan tanggung jawab. Sebelum terjun di bisnis properti, Kayyum pernah membuka toko bangunan. Namun, usahanya tak berjalan lancar. Ia juga mendirikan perusahaan ekspedisi untuk pengangkutan barang antara daerah.

ADVERTISEMENT

” Sampai sekarang usaha ekspedisi masih berjalan. Tapi saya tetap fokus sebagai pengembang,” kata mahasiswa Unanda Palopo jurusan Hukum semester VII ini. Kayyum menceritakan bagaimana ia jatuh bangun mengelola bisnis properti. Butuh dana besar untuk membangun perumahan. Guna memperoleh pinjaman dana dari bank, tak mudah.

Beberapa kali ia mengajukan permohonan namun ditolak pihak Bank. Akhirnya, ia mendapatkan kredit dari Bank Sulselbar Cabang Palopo sebesar Rp 1,5 miliar. ” Dana itu saya kelola untuk membangun perumahan Imbara IV ini. Ini murni usaha saya,” ungkapnya. Salah satu yang menjadi kunci suksesnya adalah membangun kepercayaan dan kejujuran.

Di perusahaan yang dia pimpin mempekerjakan banyak tukang. ” Sedapat mungkin saya membayar gaji tukang agar tidak telat,” katanya. Dengan kerja kerasnya selama ini, di usia muda Kayyum sudah punya segalanya yang didambakan semua orang. Mulai dari rumah, kendaraan dan lainnya. Tinggal satu yang belum dipunyai. Pendamping hidup!. (jun/adn)

ADVERTISEMENT