Rapat Banggar Bahas Penambahan Proyeksi Pendapatan RSUD Palemmai Tandi Palopo, Pasca Bermitra dengan BPJS Kesehatan

145
Wakil Ketua I DPRD Palopo, Abdul Salam saat menjadi pimpinan rapat Banggar didampingi oleh Wakil Ketua II Irvan Majid. [Foto: Iccank/Koran Seruya]
ADVERTISEMENT
PALOPO–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palemmai Tandi diundang khusus oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Palopo, di ruang musyawarah, Rabu 16 Juni 2021. 
Rapat ini, seperti yang dipantau langsung Koran Seruyaguna membahas penambahan proyeksi penerimaan di tahun anggaran 2021 ini, untuk mendapatkan rekomendasi DPRD Palopo.
Rapat Banggar ini, hanya diikuti oleh tiga wakil rakyat, yakni wakil ketua I dan II DPRD Palopo Abd Salam dan Irvan Majid, serta anggota Banggar Muhammad Mahdi.
Rapat turut pula dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum HM Ishaq Iskandar, Perwakilan RSUD Palemmai, BPKAD Palopo dan lainnya.
 Direktur RSUD Palemmai Tandi, dr Hj Utia Sari Judas M.Kes melalui Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pemeliharaan, Irsan Anugrah SKM M.MK saat dikonfirmasi mengatakan, semenjak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terhitung 1 April 2021 lalu, pendapatan rumah sakit tersebut kini semakin meningkat, sehingga pihaknya menaikkan proyeksi pendapatan di TA 2021 ini di kisaran Rp5 M.  
“Ada perubahan signifikan pendapatan, yang tadinya (targetnya) hanya sekian ratus juta, tapi sejak bermitra dengan BPJS-Kes, Alhamdulillah dampaknya, adalah adanya peningkatan (pendapatan), sehingga kami naikkan lagi target proyeksinya menjadi Rp5 M. Sehingga pendapatan tersebut kan harus tertuang dalam bentuk DPA (daftar pengguna anggaran) rumah sakit, sehingga perlu ada pembahasan yang melahirkan rekomendasi dari Banggar DPRD,” urai Irsan Anugrah. 
Suasana rapat Banggar di ruang musyawarah DPRD Palopo, Rabu 16 Juni 2021. [Foto: Iccank/Koran Seruya]
Ia menyambung, “Nah, dari rekomendasi Banggar itulah yang nantinya akan dibuatkan menjadi Perwal (peraturan walikota, red), sekaitan dengan target pendapatan dan belanja rumah sakit.”
Sebelum pembahasan di Banggar ini sendiri, lanjut Irsan, pihaknya sudah melakukan asistensi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TAPD kota Palopo.
Diharapkan, nantinya urusan anggaran ini bisa cepat tuntas, agar kebutuhan biaya operasional rumah sakit bisa segera terealisasi mengingat di tahun anggaran 2021, RSUD Palemmai Tandi hanya diberi kucuran dana sebesar Rp1,6 miliar, dari yang tadinya Rp1,8 miliar, karena ikut terpangkas akibat adanya refocusing anggaran akibat Covid-19.
Sementara itu, anggota Banggar, Muhammad Mahdi kepada Koran Seruya usai rapat yang berakhir pukul 11.30 WITA itu memapar, agenda Banggar bersama perwakilan RSUD Palemmai yang terkait penambahan proyeksi pendapatan ini, juga sehubungan adanya refocusing anggaran tahun ini, sehingga Banggar DPRD Palopo membahas secara parsial perubahan proyeksi pendapatan rumah sakit tersebut.
“Sebelum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, rumah sakit itu hanya memiliki target atau proyeksi pendapatan sebesar Rp500 juta, akan tetapi seiring waktu, dan usai bekerjasama dengan BPJS-Kes, proyeksinya naik menjadi Rp5 Miliar. Nah inilah, secara detil dan parsial tadi coba dijelaskan oleh pihak rumah sakit yang kami diskusikan,” tutur legislator PPP itu.
Mahdi juga berpesan, agar masyarakat kota Palopo memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah sakit pelat merah tersebut, apalagi letaknya sangat strategis dan terjangkau, yakni di Pusat kota dan berharap pelayanannya juga akan semakin baik lagi.
 “Sebagai rumah sakit type C, RSUD Palemmai yang berada di tengah kota tentu punya keunggulan tersendiri, dari segi harga (tarif) pastilah lebih kompetitif dibandingkan jika masyarakat misalnya harus ke rumah sakit swasta, kami berharap pelayanan nantinya jadi semakin baik,” ungkapnya.
(*)

ADVERTISEMENT