Saat Teleconference dengan Wagub Sulsel, Walikota Palopo Singgung Soal Kekurangan APD dan Logistik

274
Walikota HM Judas Amir, Forkopimda dan Dirut RSUD Sawerigading Palopo saat mengecek ruang isolasi di rumah sakit milik pemerintah itu. (Foto: Ist)

KORANSERUYA–Walikota Palopo, HM Judas Amir melakukan teleconference bersama Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 (GTPPC) kota Palopo, Jumat, (3/4/2020).

Walikota Palopo pada kesempatan itu melaporkan bahwa sampai Kamis 2 April 2020 kemarin, untuk wilayah kota Palopo, saat ini Orang Tanpa gejala (OTG) 0 (nihil), Orang dalam Pemantauan (ODP) 67 orang, dimana 38 orang yang saat ini masih dalam pemantauan dan 29 orang yang telah melalui masa pemantauan. Sedangkan PDP juga 0 (nihil), dan Positif 0 (nihil).

Walikota juga menyampaikan, berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang telah dilakukan Pemkot Palopo, diantaranya telah mengeluarkan 3 surat edaran dan 1 instruksi terkait libur bagi pelajar TK/PAUD hingga SMA/MA/SMK dan penundaan pelaksanaan ujian sekolah serta imbauan kewaspadaan Covid-19 bagi jamaah rumah-rumah ibadah dan tempat-tempat publik lainnya.

“Kami juga mengeluarkan surat edaran terkait penerapan sistem kerja dari rumah dan penutupan tempat-tempat wisata dan tempat-tempat hiburan, serta pembatasan jam usaha bagi cafe dan warung kopi. Termasuk instruksi penutupan sebagian operasional Pusat Niaga Palopo dan Pasar Andi Tadda,” terang walikota Palopo.

Walikota juga menyampaikan kinerja gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kota palopo, yang telah melaksanakan upaya-upaya pencegahan dan penanganan antara lain melakukan pembatasan sosial berskala besar melalui pengawasan dan pemeriksaan intensif dipintu-pintu masuk kota Palopo melibatkan tim terpadu TNI, Polri dan Pemkot Palopo.

Adapun agenda Strategis yang telah dilakukan, lanjut Walikota, menyiapkan anggaran untuk penanggulangan covid-19, mensiagakan 8 rumah sakit dimana RSUD Sawerigading sebagai rujukan utama, dan 12 puskesmas, serta layanan jemput antar.

” Kami juga menyiagakan personil gabungan TNI polri dan pemkot palopo dalam mengawasi tapal batas wilayah. Serta mengupayakan pengadaan alat-alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD). Dan nengoptimalkan pemantauan harga dan ketersediaan barang pokok si kota palopo,” paparnya.

Adapun kendala-kendala yang dihadapi lanjut Walikota menjelaskan diantaranya kelangkaan alat kesehatan seperti APD, beredarnya berita bohong atau hoax yang banyak meresahkan warga dan pasokan logistik dan insentif bagi warga yang melakukan pembatasan fisik dan sosial serta usaha yang menutup operasionalnya.

Teleconference wakil gubernur dengan walikota dan bupati se-Sulsel itu merupakan Rakor dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 dan dampak pada sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang ditimbulkan.

Saat menyampaikan laporan penanganan Covid-19, dengan semua bupati dan walikota se-Sulsel, Judas Amir didampingi sekretaris daerah (Sekda) Firmanza DP, Plt Kadis kesehatan Taufik MKes. serta Kabag Humas Pemkot Palopo, Wahyuddin SAN. (hms/iys)