Hadiri Penamatan SMP MBS, Walikota Palopo Harap Lahirkan Banyak Penghapal Qur’an

48
Walikota Palopo HM Judas Amir menghadiri penamatan santri SMP Muhammadiyah boarding school Palopo dan Wisuda Tahfidz Angkatan I Tahun 2022. (Foto : Kominfo Palopo)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Walikota Palopo HM Judas Amir menghadiri penamatan santri SMP Muhammadiyah boarding school Palopo dan Wisuda Tahfidz Angkatan I Tahun 2022. Kegiatan itu berlangsung di Muhammadiyah Convention Center, Sabtu (4/6/2022).

Pimpinan daerah Muhammadiyah Palopo, M Tahmid Nur mengatakan penamatan ini merupakan yang pertama dilakukan SMP Muhammadiyah boarding school Palopo. Kedepan, pihaknya akan terus berbenah hingga menghasilkan alumni yang berkualitas.

ADVERTISEMENT

“Dengan adanya pesantren santri di bina secara tidak langsung kita mmberikan jasa dan bantuan kebaikan kepada masyarakat baik itu bagi bangsa dan negara. Dengan adanya pesantren ini, berarti kita menyiapkan warga negara yang baik karena di dalamnya pasti berisi pribadi yang baik dengan akal yang sehat, hati yang sehat maka tentu akan menjadi generasi yang lebih baik,” ungkap Tahmid.

Dia menjelaskan, ini adalah suatu potensi mendidik. Pesantren ini akan membentuk generasi yang dapat dibanggakan dengan SDM yang baik. Dengan masuknya anak di pesantren, maka sudah mencetak generasi yang menjadi pelopor yang dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Judas Amir dalam sambutannya menyampaikan selaku Pemerintah merasa sangat bangga karena di Palopo ini sudah bertambah satu institusi pendidikan yang sangat membanggakan. “Dengan hadirnya SMP MBS artinya kita telah memiliki penghafal Al-qur’an untuk itu marilah kita berdoa bagaimana agar pesantren ini lebih berkembang lagi kedepannya,” ungkap Walikota Palopo.

Walikota juga menyampaikan terimakasihnya kepada pimpinan Muhammadiyah karena nantinya juga akan membentuk SMA. “Tidak hanya SMP tentu kita berharap bukan satu saja makna bagi masyarakat Palopo karena dengan hadirnya MBS akan banyak orang yang datang ke Palopo bukan hanya masyarakat Palopo tapi juga dari luar Palopo,” katanya.

Oleh karena itu, sebagai Walikota tentu juga perlu bertanggung jawab kepada masyarakat. Motivasi apa yang diberikan kepada masyarakat, bagaimana mengajak masyarakat agar memiliki kepedulian kepada masyarakat lainnya.

“Semoga santri yang telah lahir dari MBS kedepan akan menjadi pemimpin dan berguna bagi bangsa dan negara dan menjadi santri yang berguna di tengah masyarakat,” harapnya.

Turut dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Palopo, Lembaga pengembangan pondok pesantren Muhammadiyah Sulsel, Dewan Pendidikan Kota Palopo, Direktur, Kepala Sekolah, Guru dan Pembina SMP MBS Palopo serta Para Orang tua Santri. (kominfo)

ADVERTISEMENT