SIMAK! Jadwal Tes SKD Seleksi CPNS dan PPPK Luwu Utara 2021 Ditetapkan, Baca di SINI Info Lengkap dan Syaratnya

585
Suasana rapat persiapan tes SKD dan SK bagi pelamar CPNS dan PPPK Kabupaten Luwu Utara, Rabu (8/9/2021), di Ruang Rapat Sekda.
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Sebanyak 4.650 pelamar CPNS tahun 2021 di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), termasuk pelamar PPPK
akan mengikuti Seleksi Kompetensi (SK) tahun 2021. Tes SKD dan SK akan diadakan mulai 26 September–4 Oktober 2021 mendatang.

Adapun jumlah formasi CPNS tahun 2021 yang akan diperebutkan ribuan pelamar CPNS dan PPPK di Lutra, yakni sebanyak 439. Rinciannya, sebanyak 234 untuk tenaga guru, 146 untuk tenaga kesehatan, dan 59 untuk tenaga teknis.

ADVERTISEMENT

Tahun ini, seleksi dengan metode Computer Assisted Test (CAT) diperkirakan berlangsung ketat, selektif dan kompetitif.

Rincian dari 4.650 orang yang akan ikut seleksi CPNS dan PPPK, yakni 3.030 orang dari formasi CPNS, 87 orang formasi CPPPK non Guru, dan 1.191 orang formasi PPPK Guru. Untuk 3.030 CPNS akan melaksanakan ujian di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara, yang dilaksanakan mulai 26 September–4 Oktober 2021. Sedangkan untuk 87 pelamar PPPK non Guru akan melaksanakan ujian pada 4 Oktober 2021, juga di Aula La Galigo Kantor Bupati.

Kendati demikian, terdapat 342 CPNS akan melaksanakan ujian di luar wilayah Luwu Utara. Rinciannya, 3 orang ujian di Kendari, 5 orang di Mamuju, 7 orang di
Palu, dan 327 orang ujian di BKN Kantor Regional Makassar. Peserta CPNS yang disebut terakhir telah melaksanakan ujian pada 7 September 2021.

“Sebanyakl 342 orang ini adalah pelamar CPNS Luwu Utara, tapi ujiannya di luar Luwu Utara,” kata Kepala BKPSDM, Nursalim, usai Rapat Persiapan Seleksi CPNS dan PPPK yang dipimpin Sekretaris Daerah Armiadi, Rabu (8/9/2021), di Ruang Rapat Sekda.

Sementara 1.191 orang dari PPPK Guru, jadwal dan lokasi ujiannya akan ditentukan kemudian. Mengingat formasi PPPK Guru adalah ranah Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

“Kalau formasi PPPK Guru ditangani Kementerian Pendidikan. Ujiannya tetap di Masamba, lokasi ujian di sekolah yang akan ditentukan kemudian, dengan sistem ujian UNBK,” jelas Nursalim. Ujian bagi PPPK Guru, kata dia, dibagi dua tahap, yaitu tahap pertama 1.015 orang, dan tahap kedua 176 orang.

Yang menarik, peserta seleksi CPNS dan PPPK tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Mengingat pelaksanaan seleksi tahun ini masih dalam
suasana pandemi COVID-19, sehingga Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) BKN Pusat meminta Pemda Luwu Utara, dalam hal ini, panitia seleksi kabupaten, untuk
ketat dalam penerapan protokol kesehatan. Nursalim menyebutkan, peserta wajib memakai masker dua lapis (masker medis dan masker kain), wajib membawa hand
sanitizer, dan wajib memperlihatkan hasil negatif COVID-19 melalui rapid antigen atau tes PCR.

“Kita juga siapkan ruangan tersendiri bagi peserta yang memiliki suhu tubuh di atas 37°C, tapi yang positif COVID-19 tidak diperkenankan ikut ujian,” beber dia.

Yang sedikit meringankan, tidak ada kewajiban peserta untuk membuktikan bahwa dirinya sudah divaksin. “Kartu vaksinasi COVID-19 belum menjadi persyaratan
peserta, kecuali di wilayah Jawa dan Bali. Kalau kita di sini belum dipersyarakatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Lutra, Armiadi, meminta semua panitia kabupaten yang terlibat dalam seleksi CPNS dan PPPK ini untuk segera mempersiapkan segala kebutuhan yang diminta, seperti Aula La Galigo sebagai pusat seleksi, agar tetap steril dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain, tiga hari sebelum seleksi digelar.

“Untuk tenda dan kursi, Bagian Umum harus segera menyiapkan mulai 23 September, termasuk Dinas Kesehatan menyiapkan masker dan hand sanitizer cadangan, dan
tetap menyiapkan mobil ambulance untuk mengantisipasi peserta yang mengalami gangguan kesehatan,” jelas Armiadi.

Masih kata Armiadi, untuk BPBD, wajib menyiapkan tangki tandon, lengkap dengan sabun, serta melakukan penyemprotan disinfektan setiap sesi ujian. “Mohon kerjasama kita semua, karena yang akan ikut ujian nanti dari segala penjuru daerah,” harapnya.

Tak kalah pentingnya, Armiadi juga meminta untuk mewaspadai adanya praktek-praktek joki. “Saya minta Dukcapil ketat dalam pemeriksaan KTP dan irish mata untuk mencegah joki. Kalau kita ketat, Insya Allah, kita bisa menghindarinya,” pungkasnya. (LH)

ADVERTISEMENT