TGB Isi Kuliah Umum IAIN Palopo : Kerjasama dengan Bank Syariah Hilangkan Riba

94
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Sulawesi Selatan menggelar Kuliah Umum di Auditorium Phinisi IAIN Palopo. Kuliah umum itu mengusung tema Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Akibat Pandemi Covid 19. (Foto : ist)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Sulawesi Selatan menggelar Kuliah Umum di Auditorium Phinisi IAIN Palopo. Kuliah umum itu mengusung tema Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Akibat Pandemi Covid 19.

Kegiatan tersebut mengundang Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Saat ini TGB menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia.

ADVERTISEMENT

Rektor IAIN Palopo, Prof Abdul Pirol mengaku berbahagia atas kehadiran salah satu ulama yang diberi julukan TGB tersebut dalam mengisi materi Kuliah Umum.

“Kita bergembira dan berbahagia dengan perkenaan beliau (Tuan Guru Bajang) membawakan Kuliah Umum di Kampus kita (IAIN Palopo),” ucap Abdul Pirol dalam Sambutannya, Rabu (8/6/2022).

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menyampaikan upaya yang dilakukan pihaknya dalam mewujudkan IAIN menjadi UIN Palopo kedepannya.

“Usulannya sudah di Kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, semoga bisa terwujud menjadi UIN Palopo secepatnya,” katanya.

Lebih jauh, Rektor dua periode tersebut telah merancang sebuah nama untuk UIN Palopo kedepan dengan memaparkan sejarah Tanah Luwu secara singkat.

“Luwu memiliki sejarah yang panjang dan dikenal sebagai salah satu kerajaan besar di Sulawesi Selatan. Islam masuk dan berkembang di abad ke 16 dan dibawa oleh Datuk Sulaiman kemudian dikebumikan di Pattimang sehingga juga disebut sebagai Datuk Pattimang,” katanya.

“Sehingga kemudian Islam menjadi tatanan, sisi sosial masyarakat, itulah kemudian yang menjadi konsep untuk UIN Palopo kedepan,” sambungnya.

Sementara itu Tuan Guru Bajang dalam pemaparan materinya, menjelaskan terkait Ekosistem Perekonomian masyarakat berbasis Syariah dengan berpegang teguh pada norma dan kaidah keislaman.

“Manusia saat ini kurang memahami apa itu muamalah, sehingga dalam berkehidupan sering kali kita melenceng dari cara berekonomi yang telah diatur dalam Al-qur’an sehingga riba merajalela di masyarakat. Padahal seharusnya hal ini perlu diperhatikan, terlebih lagi perihal muamalah telah banyak dibahas dalam Al-qur’an,” jelas TGB.

Ia juga mengatakan, Praktik Riba dapat dihilangkan dengan menerapkan kerja sama antara masyarakat dengan Bank yang berbasis Syariah. “Praktik riba dapat dihilangkan jika masyarakat bekerjasama dengan Bank yang berbasis Syariah,” tambahnya.

Tuan Guru Bajang juga berharap, terkait masalah Muamalah dapat diterapkan lebih masif sehingga terbangun Ekosistem Ekonomi yang stabil dan berkembang di lingkungan masyarakat.

“Kami berharap kedepannya perihal muamalah ini dapat lebih masif dan disadari oleh para umat muslim, sehingga terbangun ekosistem ekonomi yang stabil dan berkembang,” tandasnya.

Turut hadir dalam Kuliah Umum ini, Prof HM Said Mahmud, H Bulu, para Wakil Rektor, Dekan Fakultas se-IAIN Palopo, Direktur Pascasarjana, Dosen IAIN Palopo dan Mahasiswa IAIN Palopo. (ayb)

ADVERTISEMENT