Walikota Ingin IAIN Berkembang Jadi Universitas, SMPN 8 Palopo Dapat Lokasi Baru

790
Walikota Palopo HM Judas Amir saat meletakkan batu pertama pembangunan gedung SMP Negeri 8 Palopo, Jumat, 21/05/2021 di Jalan Bakau Kelurahan Balandai. (Foto: Hendra Firdaus/Hms)
ADVERTISEMENT

PALOPO–Walikota Palopo HM Judas Amir melakukan pencanangan dan peletakan batu pertama pembangunan gedung SMP Negeri 8 Palopo, Jumat, 21/05/2021.

Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Bakau Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara kota Palopo itu turut dihadiri Forkopimda, Setda, Rektor IAIN Palopo, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Sekolah SMPN 8 Palopo beserta seluruh tenaga pendidik SMPN 8 Palopo dan tamu undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Saharuddin menyampaikan bahwa
pembangunan ruang kelas belajar SMPN 8 ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan mutu layanan pendidikan.

Pembangunan ruang kelas belajar sebanyak dua ruang akan dilaksananakan selama 120 hari kalender yakni mulai bulan Mei hingga September 2021.

ADVERTISEMENT
Walikota Palopo HM Judas Amir saat meletakkan batu pertama pembangunan gedung SMP Negeri 8 Palopo, Jumat, 21/05/2021. (Foto: Hendra Firdaus/Hms)

Adapun anggaran pelaksanaan kegiatan pembangunan ruang kelas belajar SMPN 8 Palopo bersumber sepenuhnya dari APBD Palopo TA 2021 sebesar Rp550.401.000.

Sedangkan Walikota Palopo Judas Amir menyampaikan bahwa, “saya sudah tanda tangani penyerahan sesuai dengan kekuasaan dan ketentuan perundangan yang melekat pada diri saya. Diri saya ini melekat aturan, aturan itu saya manfaatkan untuk kepentingan umum yang lebih besar. sehingga insyaallah lokasi SMP 8 saat ini yang ada di sebelah berganti dengan IAIN itu bukan aset pemerintah kota lagi itu berdasarkan aturan.”

ADVERTISEMENT

Perpindahan SMP sebagai bukti bahwa pemerintah mendukung adanya IAIN di Palopo dan pemerintah mau kembangkan untuk menjadi universitas nantinya.

Dari unsur keamanan, lokasi ini strategi karena sebelumnya lokasi SMPN 8 Palopo sangat padat kendaraan terlebih lagi adanya kampus dan madrasah di sekitarnya.

Pemerintah selalu berfikir apa yang akan terjadi, bagaimana supaya sebelum kejadian pemerintah sudah mengatasi, tandas Judas Amir.

(*) 

ADVERTISEMENT