Salah seorang terduga teroris yang diamankan berikut sebuah gunting
Salah seorang terduga teroris yang diamankan berikut sebuah gunting

JAKARTA–Mabes Polri mengamankan dua terduga teroris. Keduanya ternyata wanita berparas cantik. Mereka adalah Dita Siska Millenia dan Siska Nur Azizah. Kedua terduga teroris cantik ini ditangkap saat mendatangi Mako Brimob.

Dita dan Siswa diduga akan melakukan aksi amaliah dengan cara menusuk anggota Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Polisi menyita sejumlah barang bawaan mereka,berupa dua buah KTP, dua unit ponsel, dan satu buah gunting.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengakui kedua terduga teroris itu tengah diamankan dan diperiksa intensif.

Menurut Iqbal, tim penyidik Brimob terus menggali informasi dari kedua wanita itu untuk mengetahui dengan pasti tujuan keduanya mendatangi Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

“Kedua orang yang kamu curigai itu kini sudah diamankan dan sedang didalami (diperiksa) selanjutnya,” tutur Iqbal, dikutip KORAN SeruYA dari Pojoksatu, Sabtu (12/5).

(BACA JUGA): BOM SURABAYA: Sudah 10 Korban Tewas, 1 Korban Bocah 11 Tahun

Menurut Iqbal, pemeriksaan terhadap kedua wanita tersebut masih dilakukan sampai saat ini. Iqbal mengemukakan Polri juga telah mengamankan barang bukti berupa 2 buah KTP, 2 unit Ponsel dan 1 buah gunting dari tangan keduanya.

“Sampai saat ini masih dialami ya,” katanya.

Baik Dita Siska Millenia dan Siska Nur Azizah masih diamankan di Mabes Polri. Dita (18) diketahui berasal dari Temanggung dan Siska berasal Ciamis. Keduanya hendak masuk ke Mako Brimob untuk memastikan keberadaan rekannya di dalam Rutan Cabang Salemba.

Dita Siska Millenia (18) dan Siska Nur Azizah (22)
Dita Siska Millenia (18) dan Siska Nur Azizah (22)

Hal itu diakui Siska Nur Azizah saat diinterogasi aparat kepolisian, Sabtu malam (12/5) lalu. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang beredar itu, dia mengaku bakal nekat menyusup masuk ke dalam Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob.

(BACA JUGA): BOM SURABAYA: Saksi Lihat Ibu dan Dua Anaknya Ledakkan Bom di Halaman Gereja

“Untuk mencari informasi tentang keberadaan ikhwan-ikhwan (sebutan bagi lelaki-laki dari kelompok mereka) dan memastikan para ikhwan-ikhwan memang sudah tidak berada di dalam Rutan Mako Brimob,” terang Siska.

Dalam BAP juga disebutkan apabila para ikhwan masih berada di dalam Rutan, mereka akan ikut berjuang dan berperang melawan aparat kepolisian.

“Saya membawa salah satu barang tajam yaitu gunting dengan tujuan untuk menusuk anggota kepolisian atau melumpuhkan anggota kepolisian yang menghalangi kami apabila masuk ke Mako Brimob,” aku Siska. (pojoksatu/cbd)