PALOPO – Jelang natal dan tahun baru, Polres Palopo menyiapkan 320 personilnya untuk mengamankan jalannya natal di Kota Palopo. 144 personil diantaranya ditugaskan untuk menjaga 75 gereja yang bakal merayakan misa natal di Palopo.

Diantara 75 gereja itu, Lima diantaranya akan dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Gereja itu antara lain Gereja Katolik Santo Mikael, Gereja Maranata Patene, Gereja Kristus Yesus, Gereja Pniel, dan Gereja Toraja Jemaat Imanuel.

“Selain karena lokasinya yang strategis, jumlah jemaat pada gereja itu juga banyak. Jadi kami melakukan penjagaan ekstra pada gereja tersebut,” jelas Kabag Ops Polres Palopo, AKP Sanodding usai rapat membahas PAM Natal di Mapolres Palopo, Selasa (11/12).

Selain itu, untuk memperlancar jalannya natal dan tahun baru di Palopo, Polisi juga akan melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat). Sasarannya antara lain premanisme, minuman keras, dan kembang api.

“Kami berusaha untuk menjaga khamtibmas tetap dalam kondisi yang kondusif. Salah satunya dengan melakukan operasi penyakit masyarakat dengan sasaran premanisme, miras dan kembang api,” jelasnya.

Perwira tiga balok di pundak itu menjelaskan salah satu aksi premanisme yang sering terjadi menjelang tahun baru adalah peminta sumbangan di jalan. Umumnya mereka meminta sumbangan kepada pengendara yang melintas di daerah mereka.

“Ini perintah langsung dari Kapolres, Segera laporkan jika mendapati hal demikian, kami akan tangkap mereka,” tegasnya. Bukan hanya itu, polisi juga bakal merazia kembang api yang masih diperdagangkan. Itu dilakukan untuk membuat nyaman warga dalam menjalankan natal dan tahun baru.

“Kami juga akan turun merazia miras yang masih diperdagangkan. Salah satu faktor terjadinya kriminal adalah karena minuman keras,” pungkasnya. (liq)