2.565 Dosis Vaksin Tiba di Palopo, Target Digunakan Hanya Tiga Hari

233
ILUSTRASI VAKSIN
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Kelangkaan vaksin Covid-19 juga dirasakan di Kota Palopo. Hanya saja, hari ini (kemarin.red) sebanyak 2.565 dosis vaksin jenis sinovac tiba di Palopo. Dengan tibanya vaksin itu, dapat memberi angin segar bagi masyarakat yang ingi segera mendapatkan vaksin.

Hal itu diungkapkan Kabid Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Palopo, San Ashari kepada Koran SeruYA, Minggu (7/8/2021). Dia mengatakan, dengan jumlah tersebut, diperkirakan dapat bertahan tiga hingga empat hari. “Itu bila semua Puskesmas buka pelayanan,” jelas San Ashari.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, bila Puskesmas membuka layanan untuk vaksin, estimasi pemakaian vaksin bisa mencapai 100 dosis. Satu dosis digunakan untuk satu orang.

“Bukan cuma Palopo yang mengalami kelangkaan, tapi semua Kabupaten/Kota di Sulsel. Bahkan ada daerah yang banyak tidak terlayani dosis dua,” katanya.

ADVERTISEMENT

San Ashari menambahkan, saat ini antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin sangat tinggi. Mereka bahkan rela antri demi disuntik vaksin.

“Alhamdulillah, artinya kesadaran masyarakat untuk terhindar dari Covid-19 semakin tinggi. Semoga trend terus terjaga,sehingga kita semua terbebas dari wabah ini,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengungkap stok vaksin di Sulsel kian menipis dan diprediksi akan habis dalam 2 sampai 3 hari ke depan. Kini Pemprov Sulsel fokus menggelar vaksinasi di daerah kabupaten/kota yang memiliki angka penyebaran COVID-19 tertinggi.

“Ketika vaksin ini masih terbatas maka kita sebenarnya menginginkan penyasaran vaksinasi itu adalah di wilayah penyebaran yang tinggi sehingga herd immunity cepat terbentuk di zona-zona kota-kota kabupaten yang memiliki penyebaran tinggi,” ujar Andi kepada wartawan di RSKD Dadi Sulsel di Makassar, beberapa waktu lalu.

Sulaiman mengungkapkan, stok vaksin di Sulsel saat ini tersedia sekitar 33.000 vial, atau untuk disuntikkan ke 300.000 warga Sulsel.

“Tetapi kemarin sudah terpakai lagi, seperti contoh Makassar 5.600 (stok), sekarang sudah terpakai lagi. Dalam 2 hari sampai 3 hari sudah terpakai sekitar 3000-an dan saya rasa dalam 2 hari ke depan mungkin bisa saja habis,” ungkap Andi.

Menurut Andi, Pemprov Sulsel idealnya membutuhkan sedikitnya 700 ribu vial vaksin. Oleh sebab itu, dia mengaku pihaknya masih terus menunggu suplai vaksin dari Pemerintah Pusat.

“Intinya dipakai saja semua, kan ada suntikan pertama 14 hari, harusnya 700 ribu vial yang semuanya jadi harusnya dipakai semua,” katanya.

Daerah yang sudah kehabisan stok vaksin tersebut adalah Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu Utara. Oleh sebab itu, suplai yang berkesinambungan disebut Andi sangat diperlukan.

“Seperti Luwu Timur, Luwu Utara kalau tidak salah sudah habis juga stoknya. Kita tinggal menunggu cadangan juga di kementerian ya,” katanya. (iys/liq)

ADVERTISEMENT