6 Data Fakta Menarik Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Ditangkap KPK, Fakta No.6 Bikin Miris

1330
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. (ft/asmar)
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Kabar penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu dini hari (27/2/2021) ramai di media sosial. Bahkan, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Sabtu (27/2/2021) dini hari.

Setibanya di Jakarta, Prof Andalan– begitu Nurdin Abdullah akrab disapa– langsung menjalani pemeriksaan. KPK memastikan, Nurdin Abdullah ditangkap terkait kasus dugaan korupsi.

ADVERTISEMENT

Berikut 6 data fakta Nurdin Abdullah ditangkap KPK dan berbagai prestasi yang diraihnya sejak menjabat Bupati Bantaeng dua periode hingga Gubernur Sulsel, dirangkum KORAN SERUYA dari berbagai sumber.

1. OTT Pertama 2021

ADVERTISEMENT

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyebutkan, OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah merupakan yang pertama kali di tahun 2021. Nurdin Abdullah ditangkap terkait kasus dugaan korupsi. Terakhir kali KPK menggelar OTT pada awal Desember 2020 saat menangkap pejabat Kemensos yang berakhir pada penetapan mantan Mensos, Juliari Batubara, sebagai tersangka suap bansos.

2. Ditangkap di Rumah Dinas

Sempat tersiar kabar, Nurdin Abdullah ditangkap di sebuah rumah makan di Kota Makassar. Namun ternyata yang benar, Nurdin diamankan KPK di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (27/2/2021) dini hari.

3. Ada Uang Disita KPK

Dalam OTT Nurdin Abdullah, KPK mengamankan sejumlah uang. Dikabarkan nilainya capai Rp1 miliar. Namun demikian, KPK belum merinci berapa jumlahnya.
“Iya (ada uang yang diamankan),” kata plt juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/2).

Belum diketahui siapa pihak pemberi uang tersebut. Begitu juga siapa yang langsung menerimanya, sehingga berakhir pada jeratan OTT KPK.

4. Diamankan Bersama 8 Orang

Gubernur Sulsel dijerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Ia diamankan di rumah dinasnya pada Sabtu (27/2) pukul 01.00 WIB. Nurdin diamankan
bersama 8 orang lainnya. Ia diduga terjerat kasus dugaan korupsi, tetapi belum dijelaskan terkait apa. Diduga terkait dengan pengerjaan proyek.
Nurdin merupakan politikus dari PDIP.

5. Sarat Prestasi

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Sulsel, Nurdin sempat menjabat sebagai Bupati Bantaeng selama 2 periode mulai 2008 hingga 2018. Pada saat itulah, sejumlah prestasi ia torehkan. 6 Tahun awal ia memimpin, Bantaeng menyabet lebih dari 50 penghargaan tingkat nasional, termasuk 4 kali berturut-turut piala Adipura yang sebelumnya tidak pernah didapatkan.

Selain itu, 3 tahun berturut-turut meraih Otonomi Award dan berhasil memenangkan Innovative Government Award (IGA) tahun 2013 yang diadakan Kementerian Dalam Negeri.

6. Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Sementara terkait sosoknya secara pribadi, Nurdin sempat mendapatkan penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award karena prestasinya membangun daerah pada 2017 lalu. Di laman Bung Hatta Award, disebutkan bahwa ia telah membawa gebrakan pembangunan di Bantaeng. Data ini bikin miris jika dikaitkan dengan tertangkapnya Prof Andalan, begitu Nurdin akrab disapa.

“Selama dua periode memimpin Bantaeng, Nurdin Abdullah telah banyak membuat gebrakan dalam pembangunan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan ini,” tulis Bung Hatta Award di lamannya.

“Berbagai perbaikan pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi di Bantaeng terjadi berkat berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan Nurdin sejak awal menjabat,” sambung pernyataan itu, dilansir KORAN SERUYA dari kumparan.com.

Dalam laman tersebut, juga disebutkan bahwa sejak 2015, sudah sekitar 200 pemerintah kabupaten dan provinsi dari seluruh Indonesia yang belajar langsung ke Bantaeng mengenai peningkatan pelayanan publik dan terobosan dalam reformasi birokrasi.

Namun demikian, Nurdin terjerat OTT oleh KPK. Kabar itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, tetapi ia belum merinci identitas siapa saja yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK.

“Betul, hari Jumat tanggal 26 Februari 2021 tengah malam, KPK melakukan giat melakukan tangkap tangan pelaku korupsi di wilayah Sulsel. Kami masih bekerja belum dapat memberikan penjelasan detail siapa saja dan dalam kasus apa, nanti pada saat, kami KPK pasti menyampaikan kepada publik,” ucapnya. (**)

ADVERTISEMENT