73 Tahun Lalu, 40 Ribu Jiwa Rakyat Sulsel Dibantai Keji

636
Monumen Korban 40.000 Jiwa rakyat Sulsel di Makassar
ADVERTISEMENT

HARI ini, 11 Desember 2019, diperingati sebagai Hari Korban 40.000 jiwa rakyat Sulsel. Tahun ini, peristiwa mengenaskan itu diperingati yang ke-73 tahun.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Peristiwa pembantaian 40.000 jiwa rakyat Sulsel ini, terjadi saat masa penjajahan Belanda dipimpin Kapten Raymond Westerling. Saat itu, tentara Belanda secara kejam membantai dan membunuh 40.000 jiwa rakyat Sulsel. Para korban kemudian dikuburkan secara massal di sebuah lokasi yang kini menjadi Monumen Korban 40.000 Jiwa.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah memimpin upacara peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa Rakyat Sulsel ke-73, di Monumen Korban 40.000 jiwa. Nurdin mengenang kejinya penjajah Belanda membantai dan membunuh 40.000 rakyat Sulsel.

“Hanya bangsa yang besar yang bisa menghargai pahlawannya. Setiap kali kita memperingati Hari Korban 40.000 jiwa, maka setiap itu juga kita mengingat bagaimana perjuangan para pahlawan kita,” ujar Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

ADVERTISEMENT

“Sebenarnya kalau kita (kenang) ini sangat menyayat hati kita, melihat begitu sadis, dan begitu tidak berperikemanusiaan,” lanjut Prof Andalan, sapaan karib Nurdin Abdullah.

Ditegaskan Nurdin Abdullah, peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa bukan momentum untuk membalas dendam. Peringatan tersebut harus membuat arwah para korban tersenyum dengan melihat pembangunan daerah yang semakin baik.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Untuk itu, pesan Nurdin Abdullah, para penerus bangsa ini tak sekadar menghormati jasa pahlawan dengan mengikuti upacara bendera. Yang tidak kalah penting, generasi bangsa harus mampu memberikan andil dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.

“Bagaimana supaya seluruh pahlawan kita ini bisa bahagia ketika melihat seluruh perjuangan-perjuangan selama ini dilanjutkan dalam bentuk yang lain, yaitu mendorong ekonomi kita semakin baik, masyarakat kita sejahtera, pembangunan secara merata,” jelasnya. (*/tari)

ADVERTISEMENT