Dikarantina dan Dites Rapid eh Pria Ini Malah Dinyatakan Positif Hamil, Keluarganya Ngamuk

2269
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM — Kejadian lucu sekaligus bikin jengkel dialami seorang pria bernama Ariyanto Boik asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat menjalani rapid test, sewaktu diisolasi di sebuah rumah susun tempat ia dikarantina.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Hasil rapid test terhadap Ariyanto yang merupakan pelaku perjalanan dari area risiko menunjukkan bahwa ia ternyata reaktif (positif) hamil. Lha, kok bisa?

Kejadian ini kemudian membuat keluarga besarnya marah dan mendatangi lokasi karantina di Rusun Ne’e, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao.

Mereka marah lantaran hasil laporan yang dikeluarkan oleh laboratorium rumah sakit setempat, bukanlah hasil tes Covid-19, melainkan hasil tes kehamilan.

ADVERTISEMENT

“Tadi kami protes dengan hasil ini dan kami langsung ke tempat karantina dan bertemu dengan penanggung jawabnya,” ungkap kakak kandung Ariyanto, Ferdinan Boik, melalui sambungan telepon, Sabtu (13/6/2020) melansir Kompas.com.

Ferdinan menyebutkan, hasil rapid test itu terasa aneh dan membuat keluarga bingung.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Ferdinan pun mengaku, saat ini masih berada di lokasi karantina dan belum ada jawaban dari pihak pengelola karantina terhadap hasil tersebut.

“Petugas hanya pasrah saja. Katanya silakan lapor saja di mana pun,” ujar dia.

Hal senada juga disampaikan keluarga lainnya, Naomi Toulasik, yang menyebut bahwa keluarga meragukan hasil rapid test itu.

Naomi menduga, petugas kesehatan yang menangani pasien orang dalam pemantauan maupun pelaku perjalanan dari area risiko di Rusun Ne’e tidak menjalankan tugas secara baik, sehingga hasil yang dikeluarkan tidak sesuai dengan tujuan pemeriksaannya.

Dia pun meminta para petugas medis tidak main-main dengan virus yang mematikan itu.

“Kami minta petugas jangan main-main dengan penyakit ini, karena sudah memakan banyak korban,” tegas dia.

Dia berharap, para petugas medis bisa bekerja secara profesional. (*/iys)

ADVERTISEMENT