AFK Palopo Gagas Liga Pro, Ada Jendela Transfer, Pelatih Harus Berlisensi

96
ADVERTISEMENT

PALOPO – Pengurus Asosiasi Futsal Kota (AFK) Palopo periode 2021-2025 langsung bergerak pasca pelantikan, Minggu (17/10/2021). Sejumlah program sudah disiapkan untuk pengembangan olahraga futsal di Kota Palopo.

Salah satu program utama AFK Palopo adalah membentuk Liga Futsal Profesional. Menurut Ketua AFK Palopo, Hasan Basri Supri, liga yang akan melibatkan klub-klub futsal di Palopo ini akan dikelola secara profesional.

“Di samping pembinaan peman muda, Liga Profesional itu adalah program utama yang akan kami realisasikan dalam waktu dekat. Mudah-mudahan sudah bisa terlaksana akhir 2021 ini,” kata Hasan Basri Supri, usai pelantikan di Gedung Futsal Sinar Situju Center, Minggu sore.

Menurutnya, kompetisi Liga Futsal Profesional Palopo ini berangkat dari keinginan pengurus untuk membuat kompetisi yang berkesinambungan.

ADVERTISEMENT

“Disebut Liga Profesional karena pengelolaannya, baik dari sisi regulasi, klub yang berpartisipasi, pemain, pelatih hingga operatornya harus profesional,” ujar Hasan.

Ia mencontohkan, untuk klub peserta harus memiliki legalisasi di akta notaris. Setiap klub juga sebisa mungkin mengelola keuangan dengan baik.

“Bahkan kalau bisa punya sponsor sendiri karena mereka akan menggaji pemainnya. Dan selama kompetisi berlangsung, seorang pemain tidak bisa pindah klub seenaknya,” lanjutnya.

Khusus untuk perpindahan pemain dari satu klub ke klub peserta lainnya ini akan disiapkan satu periode khusus atau waktu tertentu. Di luar dari waktu khusus itu, klub tidak boleh mendaftarkan pemain baru.

“Jadi ada jendela transfer. Cuma ini yang masih digodok, apakah cukup sekali atau dua kali jendela transfer dibuka dalam satu musim. Nanti ada peraturan jual beli pemain di jendela transfer,” jelas Hasan Basri.

Ditambahkan Wakil Ketua AFK Palopo, Khaerul Samara pelatih klub kontestan Liga Profesional ini juga nantinya harus memiliki lisensi.

“Kemungkinan besar, sebelum musim pertama nanti, lebih dulu akan dilakukan kursus pelatih bagi mereka yang belum berlisensi. Sertifikati dari pelatihan itu yang jadi pengganti lisensi, khusus untuk musim perdana,” ujarnya.

Sertifikat dari kursus ini akan memudahkan pelatih mengurus lisensi untuk musim berikutnya.

Menurut Khaerul, klub-klub yang ingin berpartisipasi di Liga Profesional Futsal Palopo ini sudah bisa menyiapkan beberapa persyaratan utama itu dari sekarang.

“Grand desaign kompetisi ini sebenarnya masih digodok. Masih ada beberapa regulasi yang akan kami buat. Termasuk menyeleksi sponsor utama liga ini. Tapi gambaran umumnya seperti disampaikan Pak Ketua tadi,” tutup Khaerul. (*)

ADVERTISEMENT