Angka Kasus Stunting di Palopo Turun Signifikan, FKJ: Berkat Kolaborasi Semua Pihak

212
Plt Kepala Dinas Pengendalian Penududuk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palopo, Farid Kasim Judas (FKJ). (Dok. Humas Pemkot Palopo)
ADVERTISEMENT

PALOPO – Angka kasus stunting di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sebelumnya, kasus stunting di Kota Palopo berada di angka 344 kasus.

Angka tersebut turun menjadi 296 kasus. Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Pengendalian Penududuk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palopo, Farid Kasim Judas, dalam kegiatan Jambore Germas bagi Kader Kesehatan Posyandu 2023, di Pantai Labombo, (21/03/2023).

ADVERTISEMENT

Pria yang akrab disapa FKJ itu, mengatakan penurunan angka kasus stunting di kota yang berjuluk Idaman itu, tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak.

“Alhamdulillah dari 344 kasus stunting telah turun menjadi 296 telah terjadi penurunan yang signifikan berkat kerjasama dan kolaborasi semua pihak. Kita terus menekan agar tidak ada lagi kasus baru tentang stunting di Kota Palopo,” katanya.

FKJ mengungkapkan, pelaksaan Jambore Germas bagi Kader Kesehatan Posyandu 2023 merupakan tempat untuk menyamakan persepsi mengenai tugas pokok dan kader posyandu adalah menyelenggarakan pelayanan dasar.

“Pelayanan dasar ini dibidang penanganan kesehatan ibu dan anak jika kita sudah paham mengenai tugas pokok terkait penanganan ibu hamil dan dan ibu yang memiliki anak balita maka kita tidak khawatir lagi akan terjadi nya masalah gizi buruk,” ujarnya.

“Jambore ini kita jadikan Deklarasi memperkuat gerakan kita untuk menekan dan mencegah terjadinya stunting di kota Palopo,” jelas FKJ.

Plt. Kadis Kesehatan Kota Palopo, Nasaruddin Nawir menyampaikan, salah satu tugas pokok kader posyandu yakni menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta menurunkan angka stunting.

Dia mengatakan, penurunan angka stunting yang signifikan berkat kerja keras seluruh kader dan stakeholder terkait melalui edukasinya dan memberikan makanan tambahan.

Tujuan kegiatan Jambore Germas katanya, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan tercapainya pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. Pos pelayanan terpadu, merupakan wadah titik temu antara pelayanan profesional.

“Peran petugas kesehatan serta masyarakat, dalam menanggulangi masalah kesehatan, menjadi perhatian kita bersama, untuk mengurangi penurunan angka kematian pada bayi dan angka kelahiran,” katanya.

Jambore ini dilanjutkan penilaian Lomba Menu Cipta Germas. Lomba ini dimenangkan Puskesmas Mungkajang yang keluar sebagai juara pertama, juara kedua Puskesmas Wara dan Juara Ketiga diraih oleh Puskesmas Sendana.

Turut dihadiri Sekwan Kota Palopo Taufiq, Camat Bara, Kepala Puskesmas, Kader Posyandu se-Kota Palopo. (*)

ADVERTISEMENT