Anitisipasi Teroris Masuk Perguruan Tinggi di Palopo

138
Walikota Palopo, HM Judas Amir membuka secara resmi dialog pelibatan civitas akademika dalam pencegahan terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme.

PALOPO — Walikota Palopo, HM Judas Amir membuka secara resmi dialog pelibatan civitas akademika dalam pencegahan terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Auditorium Komisi Sawerigading IAIN Palopo, Kamis (10/10/2019).

Kegiatan tersebut dalam rangka pelaksanaan program kerja Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Direktorat Pencegahan, Penindakan dan Penyiapan Kesiapsiagaan Nasional. Dalam sambutannya walikota menyampaikan kesyukurannya atas kegiatan tersebut. “Ini menyangkut terorisme, dan ini sangat perlu kita pahami bersama dan diwujudkan ditengah-tengah masyarakat,” ungkap Walikota.

Lanjutnya, di kota palopo sejak 3 tahun lalu telah di deklarasikan relawan anti narkoba, terorisme dan radikalisme. Dan itu melibatkan 14 ribu warga masyarakat. ” Kami harap, satgas yang sudah ditetapkan dapat segera diaktifkan agar dapat bekerja bersama-sama mencegah narkoba, terorisme dan radikalisme,” harap walikota.

Pada kesempatan itu juga, walikota mengajak untuk membangun nalar kritis. Diawali dari diri pribadi, agar dapat melakukan sesuatu yang tidak melanggar aturan agama dan aturan perundang-undangan negara.

Sementara itu, Rektor IAIN, Abdul Pirol, dikesempatan yang sama juga mengungkapkan kesyukuran apalagi kegiatan tersebut dilaksanakan di kampus IAIN Palopo, yang juga telah berkomitmen menjadi bagian dalam meneguhkan NKRI. “Kegiatan ini merupakan momentum yang penting dan sejalan dengan cita-cita IAIN palopo untuk menciptakan SDM yang dapat berkiprah untuk negara,” katanya.

Ia menambahkan, IAIN Palopo merupakan perguruan tinggi yang sudah berumur setengah abad. Memiliki 9 ribuan mahasiswa dan menjadi salah satu perguruan tinggi terbesar di kota Palopo.

Ditambahkan Pirol, dinamika kehidupan akademik maupun aktifitas mahasiswa di kota Palopo ini termasuk yang tinggi ke-2 setelah Makassar di Sulawesi Selatan. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan wawasan kepada mahasiswa, khususnya yang berkuliah di kota palopo ini,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) sulawesi selatan, Arifin Hamid, menyampaikn harapannya agar kedepan FKPT tidak hanya di Sulawesi Selatan, namun diusahakan juga di daerah-daerah. “Jika tidak bisa seperti BNN, minimal seperti forumlah, karena dari sisi potensi dan segi kemanfaatan, ini sudah sangat di rasakan,” ungkap Arifin.

Menjadi nara sumber pada dialog tersebut diantaranya Direktur pencegahan deputi bidang pencegahan, perlindungan dan deradikalisasi BNPT, Hamli dan Sofyan Sauri, yang merupakan mantan teroris. (asm)