Awas Hoax, Ini 11 Fakta Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar, Identitas Pelaku dan Fotonya Sudah 86, Intip DISINI!

1192
ADVERTISEMENT

MAKASSAR–Menyusul peristiwa memilukan yang terjadi siang tadi di kota Makassar, tentang meledaknya bom bunuh diri di pintu gerbang gereja terbesar umat Katolik di kota Anging Mammiri itu, Minggu 28 Maret 2021, banyak foto-foto dan video beredar yang membuat bingung dan resah masyarakat.

Bagaimanapun juga aksi teror harus dilawan, dengan tidak menyebarluaskan ketakutan yakni berupa foto maupun video yang bersifat brutal, berbau darah dan kekerasan di sosial media.

ADVERTISEMENT

Berikut 11 Fakta peristiwa bom bunuh diri di Makassar, yang dirangkum Koran Seruya dari berbagai sumber terpercaya:

  1. Lokasi kejadian: Jalan Kajaolalido dekat Pertigaan Botolempangan dan RA Kartini Makassar, tepat di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar.

2. Jam Kejadian Pukul 10.28 WITA, saat jeda sesi ibadah misa Minggu Palma dalam menyambut Hari Paskah.

ADVERTISEMENT

3. Menko Polhukam Mahfud MD menyebut dua orang diduga pelaku tewas, sementara ada 20-an orang luka-luka.

Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri dan motor matik yang ia kendarai saat melakukan aksinya dgn nomor plat DD 5984 MD. (Foto: Ist)

4. Sampai saat ini jumlahnya di RS Bhayangkara tujuh orang korban, RS Siloam empat orang. Dari total dengan data luka ringan sudah ada yang pulang, sebanyak 20 orang. Ini perkembangan terakhir,” ujar Kapolda Sulsel Inspektur Jenderal Merdisyam, Minggu (28/3). Adapun korban luka diantaranya: Tuti (30), Wenti (35), Asni (29), Betty, Kris, Karina, Valeria, Edel Lina. Identifikasi awal hanya 9 yang luka, yakni 5 petugas gereja dan 4 jemaat gereja.

ADVERTISEMENT

Motor matik terduga pelaku rusak berat. (Foto: Ist)

5. Polisi menduga bom yang meledak di depan Gereja Katedral Makassar berjenis high explosive. Namun, menurut polisi, kerusakan yang ditimbulkan dari bom bunuh diri itu tidak terlalu parah. “Kalau jenis ledakan sementara bisa dikatakan high explosive karena daya ledaknya cukup tinggi,” ucap Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam di lokasi kejadian, Minggu (28/3/2021).

6. Penghadang bomber bunuh diri alami luka bakar. Adik Kosmas bernama Jon (48) mengungkap kondisi kakaknya pasca peristiwa bom bunuh diri. Pria berusia 51 tahun itu mengalami luka bakar yang cukup serius. “Iya beliau yang sempat menghadang (pelaku bom bunuh diri). Dia itu luka bakar. Cukup banyak tadi di badannya, bagian depan sama samping,” ucap Jon (48) selaku adik dari Kosmas di RS Stella Maris, melansir detikcom, Makassar, Minggu (28/3/2021).

Menurut Jon, kondisi Kosmas saat ini sudah lebih baik. Kosmas juga sudah dapat berbicara dan berjalan. “Sudah agak baikan sekarang dia sudah bisa bicara dan bisa jalan dia,” kata Jon.Jon menyebut awalnya Kosmas dirawat di RS Stella Maris untuk mendapatkan pertolongan pertama. Lalu pada pukul 15.36 Wita, Kosmas dibawa ke RS Bhayangkara. “Dirujuk ke Bhayangkara,” kata adik Kosmas, Jon (48), kepada wartawan di RS Stella Maris.

Foto Terduga Pelaku Pengeboman. (Foto: detikcom)

7. Tim Disaster Victim Investigation (DVI) masih melakukan olah TKP di lokasi bom bunuh diri. DVI menyiapkan beberapa kantong jenazah untuk mengumpulkan potongan tubuh pelaku yang berserakan di sekitar titik ledakan bom bunuh diri. “Kita masih mencari potongan tubuh pelaku yang ada di sekitar lokasi, ” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Zulpan di lokasi kejadian, Minggu (28/3/2021).

8. Polisi menyebut ada dua terduga pelaku. Satu dapat dikenali, dan satu lagi kondisi tubuhnya hancur.Namun, aksi pelaku sebelumnya dapat dicegah oleh pihak keamanan gereja, sehingga tidak sampai masuk ke dalam gereja setempat.

9. Beredar kabar terbaru soal Pelaku pengeboman, diduga pelakunya 2 orang yakni laki-laki dan perempuan. “Inisial pelaku sudah kita dapatkan LL,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit di lokasi kejadian, Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021), malam.

10. Kapolri mengatakan pelaku merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). “Mereka adalah bagian dari kelompok beberapa waktu lalu dari kelompok JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang kami amankan,” katanya. Jenderal polisi bintang empat itu mengatakan kedua pelaku itu juga bagian dari kelompok Daro. Listyo menerangkan Daro merupakan pelaku yang pernah melakukan aksi teror di Jolo, Filipina. “Kelompok Daro pelaku yang beberapa waktu yang lalu kita Amankan. Kelompok ini bergabung terkait yang pernah melakukan kegiatan bom di Jolo (Filipina),” katanya.

11. Potongan kepala diduga bomber atau pelaku bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan polisi. Ini penampakan wajah terduga pelaku itu.

Foto Terduga Pelaku Pengeboman di Makassar. (Foto: detikcom)

Dari foto yang dilihat Koran Seruya di detikcom, tampak rambut bomber yang berjenis kelamin laki-laki itu berantakan. Ada darah yang mengering keluar dari hidung serta mulutnya.

“Iya (ditemukan potongan kepala pelaku bomber) itu memang hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) demikian ya,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, Minggu (28/3/2021) malam, tulis detikcom.

(*)

ADVERTISEMENT