Bersihkan Kebun untuk Tanam Cabe, Warga Luwu ‘Diterkam’ Ular Piton Sepanjang 9 Meter

326
ADVERTISEMENT

BELOPA – Jumat (21/1/2021), para petugas Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Larompong Selatan, bergegas menuju salah sati kebun milik warga yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Itu setelah salah seorang warga, Syahrul (47) dikabarkan, baru saja di gigit ular piton raksasa sepanjang 9 meter, dengan berat ditaksir mencapai 70 kilogram. Syahrul diterkam ular tersebut, saat dirinya tengah membersihkan semak belukar di kebunnya.

ADVERTISEMENT

Kala itu, dia hendak membersihkan kebun untuk menjadi tempat menanam cabe. Naasnya, ketika hendak membersihkan semak-semak divsekitar bebatuan yang ada di kebunnya, dirinya langsung diterkam piton raksasa tersebut.

Seketika, ular piton raksasa itu muncul dan menggigit lengannya. Tidak hanya itu, dia sempat dililit dan nyaris menjadi santapan ular tersebut.

ADVERTISEMENT

Beruntung, usai bergelut dengan ular raksasa itu, Syahrul berhasil melarikan diri dan langsung menuju puskesmas, untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka gigitan yang diterimanya.

Demikian diceritakan oleh, Komandan Regu posko Damkar Larompong Selatan, Miftahuddin, kepada awak media. Dia menyebutkan, jika korban (Syahrul.red) enggan menceritakan apa yang dialaminya tersebut kepada petugas.

ADVERTISEMENT

Hanya saja, pihaknya yang menaruh curiga dan mendapat informasi, langsung menuju ke lokasi melakukan pencarian bersama warga dan berhasil menangkap ular pitong raksasa yang hampir menelan korban jiwa tersebut.

Miftahuddin menjelaskan, saat proses penangkapan, pihaknya sempat mengalami kendala, lantaran medan lokasi persembunyian ular itu, berada dibawah kaki bukit. Pihaknya akhirnya berhasil menangkap ular itu, usai melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam.

“Ular itu kita tangkap di sela-sela batu, bahkan saat hendak ditangkap ular itu, sempat menyerang petugas, jadi terpaksa kami bunuh,” terang Miftahuddin.

Usai manangkap ular tersebut, petugas Pos Damkar kemudian membawanya kepemukiman penduduk sebelum menguburnya di hutan lindung yang di wilayah tersebut. (*/Mita)

ADVERTISEMENT