Bupati Budiman Sebut Luwu Timur Bingkai Indonesia Mini

11
BUPATI Luwu Timur (Lutim), H. Budiman bersama wakilnya, Moch. Akbar A. Leluasa dan Ketua TP PKK Lutim, Hj. Sufriaty menghadiri Pagelaran Wayang Golek dalam rangkaian kegiatan dari Perayaan Grebeg Suro yang berlangsung di Desa Mulyasri, Kecamatan Tomoni, Sabtu (06/07/2024) lalu.
ADVERTISEMENT

 

BUPATI Luwu Timur (Lutim), H. Budiman bersama wakilnya, Moch. Akbar A. Leluasa dan Ketua TP PKK Lutim, Hj. Sufriaty menghadiri Pagelaran Wayang Golek dalam rangkaian kegiatan dari Perayaan Grebeg Suro yang berlangsung di Desa Mulyasri, Kecamatan Tomoni, Sabtu (06/07/2024) lalu.

Perayaan Grebeg Suro merupakan salah satu Tradisi Jawa dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram yang jatuh pada 1 Suro pada penanggalan adat Jawa.

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Bupati Budiman selaku pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada komunitas Jawa Luwu Timur, jajaran pemerintah Desa Mulyasri dan pemerintah Kecamatan Tomoni, serta kepada seluruh pihak yang terlibat atas inisiasi terlaksananya Perayaan Grebeg Suro sebagai bagian dari tuntunan sekaligus tontonan dalam mengenalkan kultur agama, budaya dan kearifan bangsa kepada generasi muda dan masyarakat secara umum.

“Perayaan Grebek Suro adalah momen yang sangat penting bagi kita semua. Ini adalah waktu untuk berkumpul, berbagi kebahagiaan, dan mempererat tali silaturahmi menjelang 1 Muharram 1446 H. Semoga selalu diberikan keberkahan, kemudahan, dan keselamatan bagi kita semua di tahun selanjutnya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut Bupati Budiman berharap agar kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bagian dari agenda budaya di ‘Bumi Batara Guru’ guna menjadi ajang untuk mengenalkan tradisi lokal kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh arus modernisasi dan memperkuat rasa cinta terhadap budaya bangsa Bhinneka Tunggal Ika sekaligus sebagai daya tarik wisata dan penggerak roda ekonomi masyarakat.

“Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan budaya lokal, dalam beberapa hari kedepan juga akan dilaksanakan berbagai agenda budaya dari warga masyarakat yang berasal dari tradisi etnis lokal seperti Pagelaran Budaya Lembaga adat Padoe, Karunsie dan Tambee,” kata Budiman.

“Kegiatan adat komunitas warga asal Bali serta tradisi masyarakat etnis lainnya yang berada di Kab. Luwu Timur. Pada siang tadi juga kami menghadiri Festival Kuliner dan Kerajinan Budaya Nusantara UeLanti yang digagas oleh warga suku Pamona bersama dengan pemerintah kecamatan Mangkutana,” lanjut Budiman.

Hal ini menandakan bahwa dengan semakin banyaknya kegiatan budaya lokal seperti ini tentunya akan semakin luas pengetahuan akan beragamnya identitas kita sebagai Indonesia Mini di Luwu Timur yang kita cintai bersama.

“Selamat menikmati Pagelaran seni wayang kulit pada malam ini sebagai salah satu bentuk warisan budaya yang harus kita lestarikan. Mari tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung dan senantiasa menjaga kebersihan disekitar lokasi kegiatan,” pesan Bupati.

Adapun kisah (lakon) pada Pagelaran Wayang Kulit Grebeg Suro di Luwu Timur yaitu Babad Wana Marta yang dibawakan oleh dalang, Ki Mustiko Bayu Birowo yang merupakan putra angkat dari Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Luwu Timur, para Pejabat Tinggi Pratama lingkup Pemkab Lutim, para camat dan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para warga masyarakat Luwu Timur yang turut menyaksikan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk.

Sebelumnya, Bupati Luwu Timur juga turut melepas peserta Pawai Budaya Grebeg Suro dan mengunjungi stand kuliner yang berada di sekitar lapangan Sarjono, Desa Mulyasri. Kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan Istighosah dan doa bersama di Masjid Jami Al Muhajirin, Desa Mulyasri, Kec. Tomoni. (ADV)

 

ADVERTISEMENT