Capai 456, Ini Pemilik Nilai Tertinggi Hari IV Pelaksanaan Tes CPNS di Luwu Utara

189
ADVERTISEMENT

LUTRA — Tes SKD CPNS di Kabupaten Luwu Utara telah berlangsung selama empat hari. Sejak hari pertama sampai hari keempat, panitia tes CPNS telah mencatat beberapa peraih nilai tertinggi setiap sesinya. Terjadi beberapa pemecahan nilai tertinggi. Dimulai dari Wiwik Satriani di Sesi pertama dengan nilai 438, kemudian dipecahkan Sitti Nurhasanah di sesi keenam dengan nilai 441. Nilai Nurhasanah sempat bertahan beberapa sesi, sebelum Rifqah Ummiah memecahkan nilai tersebut menjadi 456 di sesi ke-16. Sebelumnya, pada sesi ke-11, Nengsi Yusuf berhasil meraih nilai 439, tertinggi di sesi ke-11.

Nah, apa yang dicapai Rifkah terbilang luar biasa karena sejauh ini menjadi peraih nilai tertinggi SKD CPNS di Luwu Utara. Lewat sambungan telepon, Rifqah mengungkapkan rasa bahagianya. “Alhamdulillah, senang sekali, dan bahagia. Semua berkat doa orang tua, suami, keluarga dan teman-teman,” kata Rifqah. Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki ekspektasi nilai sampai 450-an ke atas. Bahkan ia sempat pesimistis melihat nilai tertinggi dari peserta lain di hari pertama yang mengambil formasi jabatan yang sama, apoteker.

“Awalnya saya tidak percaya dapat nilai tertinggi. Pas nilai keluar, saya kaget. Bahkan saya lihat nilai itu dua kali, untuk memastikan nilai 456 tersebut. Ternyata betul, saya bilang, kenapa tinggi sekali,” beber Rifqah seolah masih tak percaya dengan raihan nilainya itu. “Sempat pesimis juga melihat ada teman raih nilai tertinggi di hari pertama sesama apoteker, tapi saya bilang kerja saja dulu, hasil urusan belakang, rezeki tergantung Yang di Atas,” tambahnya.

Saat ditanya persiapan jelang tes, wanita yang mengambil profesi apoteker di Unhas ini menyebutkan bahwa dirinya tidak memiliki persiapan khusus. Sama seperti peserta lain, dia juga belajar secara mandiri, sesekali belajar bersama keluarga dan rekan kerjanya di RS Hikmah Masamba. “Saya terkadang belajar lewat YouTube,” terangnya. Diakuinya, peran terbesar terletak pada doa orang tua dan suami. “Jangan lupa berdoa, ini penting. Itulah kenapa saat saya dapat nilai tinggi, orang tua dan suami ikut terharu,” ujar Rifkah mengingatkan betapa penting peran dan dukungan orang tua, suami dan keluarga lainnya.

ADVERTISEMENT

Alumnus Universitas Tadulako Palu ini juga tak lupa berbagi tips untuk peserta yang lainnya. Dia mengatakan, untuk mengerjakan soal-soal CPNS yang sangat dibatasi oleh waktu, maka peserta wajib memiliki manajemen waktu dan mampu menyiasati waktu yang telah ditentukan. “Kalau saya sih lebih kepada manajemen waktunya, karena pada dasarnya kalau memang waktunya banyak, semua soal pasti bisa dijawab, tapi tes kali ini ‘kan waktu sedikit, makanya butuh konsentrasi untuk menjawab soalnya,” jelas Rifqah.

Soal kinerja dan pelayanan panitia SKD CPNS, baik panitia seleksi nasional (paselnas) dari BKN maupun panitia seleksi daerah (panselda) dari Pemda Luwu Utara, alumnus SMA 12 Luwu ini juga tak lupa memberikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan panitia. “Kinerja panitia sudah sangat bagus. Kami dilayani dengan baik,” kata dia singkat. Untuk diketahui, perempuan kelahiran Cakkeawo 26 Oktober 1991 ini mengambil lokasi formasi di Puskesmas Sabbang, dengan formasi jabatan Ahli Pertama – Apoteker. (hms)

ADVERTISEMENT