FOTO: Tetangganya Jadi Korban Hanyut di Sungai, Kepala BPBD Palopo Turut Berbelasungkawa dan Apresiasi Tim SAR Gabungan

177
ADVERTISEMENT

PALOPO–Sepanjang sore, di hari Ahad (7/3) kemarin, hingga Senin pagi tadi, (8/3) Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas kota Palopo, Tim Damkar Palopo, BPBD Palopo serta Tim SAR dari organisasi lainnya terlihat sibuk melakukan upaya evakuasi, penyelamatan dan pencarian korban hanyut di Sungai Palopo, bukan Sungai Pajalesang seperti yang selama ini diberitakan.

Sungai Palopo ini terletak di kecamatan Wara memanjang hingga ke Wara Timur.

ADVERTISEMENT

Dilihat di Google Maps, nama Sungai Pajalesang tidak terdapat dalam Peta Kota Palopo, yang ada hanya nama Sungai Palopo, dengan rangkaian hulu (kepala) sungai berasal dari bukit dan Sungai Jodoh di kawasan Latuppa, Mungkajang. Dan hilir (ekor) sungai tersebut berada di laut Teluk Bone, di kawasan muara Salo Tellue, Kecamatan Wara Timur, kota Palopo.

Komandan Regu (Danru) Tim Alfa Richard, serta Danru Tim Bravo, Sul, menceritakan kondisi medan yang dihadapi personelnya saat melakukan upaya evakuasi korban.

ADVERTISEMENT

Sungai Pajalesang adalah sungai dengan bentangan lebar bervariasi antara 15 hingga 20 meter.

“Kami terjun dan mulai bergerak sejak Minggu sore pukul 15.10 WITA, saat pertama kali menerima laporan warga,” terang Sul, Danru TRC BPBD Palopo yang mendapat tugas jaga sore itu.

Sementara rekannya, juga sebagai Danru, Richard mengaku pencarian baru dilanjutkan pagi hari sekira jam 6.00 WITA, saat kondisi alam dan cuaca mulai terang.

“Tadi malam jam 22.00 WITA kami hentikan pencarian korban, karena gelap dan cuaca kurang mendukung,” ujar dia.

Sedangkan Antonius Dengen, Kepala BPBD kota Palopo saat dihubungi berterima kasih kepada semua pihak, utamanya warga Palopo dan Tim SAR gabungan atas kerjasama yang apik hingga proses pencarian korban membuahkan hasil.

“Kami turut berduka cita pada keluarga korban saudara kami di Cempaka Pajalesang. Kebetulan tetangga saya semua. Sekaligus apresiasi dan terima kasih pada adik-adik Tim SAR, rekan-rekan Basarnas, Damkar dan semua pihak atas bantuannya, bersinergi melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban menuju rumah duka masing-masing,” pungkasnya.

Diketahui, 4 warga Cempaka yang jadi korban adalah Nurfaeni (11) dan Saskia (6), sedangkan Nurfaizah alias Icha (12) dan Murni (8) saat ditemukan petang kemarin sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Murni, adalah rekan satu sekolah Almarhumah Icha, di Madrasah Ibtidaiyah DDI 2 Jalan Anggrek Palopo, dan tercatat masih kelas 3, sedangkan Icha siswa kelas 6.

Keduanya tinggal di kompleks Cempaka Pajalesang RT 3 RW 1.

Orang tua Murni, sang ayah, berprofesi sebagai buruh, yang biasa kerja bangunan sebagai tukang kayu. Sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa.

Almarhumah Icha dan Murni dimakamkan siang tadi ba’da Duhur di TPU Purangi, Wara Selatan, Palopo, Senin 8 Maret 2021.

Berikut foto-foto saat proses evakuasi dan penemuan korban:

Jenazah Murni (8) saat ditemukan oleh nelayan setempat di muara Salo Tellue, Wara Timur. (Foto: Ist)
Proses pencarian korban yang hanyut di Sungai Palopo, di kawasan Pajalesang yang dilakukan malam hari, Minggu malam (7/3)

(har)

ADVERTISEMENT